Arema Tunggu Keputusan PSSI

Senin, 12 September 2011 - 07:43 WIB • Dibaca 83 kali

ist

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Meski belum ada rilis atau keterangan resmi dari PSSI, konflik dualisme kepengurusan Arema dikabarkan sudah selesai. Setidaknya menurut informasi yang beredar, induk organisasi sepakbola di Indonesia itu memutuskan kubu Muhammad Nur yang berhak mengelola Arema.

Baca Juga

Seperti disampaikan Siti Nurzanah sebagai salah satu orang kepercayaan M. Nur bahwa pihaknya adalah pengurus Arema yang sah. Sayang, wanita berjilbab yang sempat dipercaya sebagai Direktur PT Arema Indonesia ini belum bisa dikonfirmasi ulang terkait keterangannya di sebuah media online itu. Termasuk M. Nur memilih bungkam dan tak mau menjawab konfirmasi dari Malang Post.

“Saya belum tahu keputusan PSSI. Kalau ada keteranggan itu (Keterangan siri Nurzanah, Red), mungkin bisa dikonfirmasi pada yang bersangkutan," ungkap Lucky Acub Zaenal, Pendiri Arema yang selama ini ikut mendampingi M. Nur.

Hampir disetiap aktifitas yang terkait dengan kubu M. Nur, Lucky selalu ikut terlibat. Mulai dari pertemuan di kantor notaris, hingga proses verifikasi dan termasuk pertemuan dengan kubu Rendra Kresna di Jakarta dan di Surabaya, putra Mayjen TNI (Purn) Acub Zaenal ini hadir bersama pihak M. Nur.

“Sejak awal saya sampaikan, kalau kita memang dipercaya, ya kita kerja secara maksimal. Itu sesuai legalitas, sesuai verifikasi yang dilakukan PSSI. Kita akan kelola Arema dengan baik, karena itu adalah amanah dan ini bukan soal menang atau kalah. Kita kelola Arema untuk masyarakat," jelasnya.

“Kita akan kerja maksimal, sesuai kemampuan dan sesuai cita-cita kita bersama. Jadi kalau melihat kondisi sekarang ini, saya bingung, karena saat ini sebenarnya tinggal tunggu PSSI saja, sesuai dengan legalitas yang ada," sambung Lucky yang tampaknya tak mau ambil pusing dengan adanya gerakan suporter.

Khususnya terkait keinginan Aremania yang berharap kedua kubu untuk kembali bertemu dan melanjutkan proses rekonsiliasi. Menurut Lucky, Aremania tidak perlu bingung, lantaran pria penggemar otomotif ini meyakinkan bahwa Arema tidak akan hilang dari persepakbolaan nasional.

“Siapa yang menggerakkan Aremania itu? Menurut saya, lebih baik sabar dulu. Arema ini tidak akan hilang dari percaturan sepabola Indonesia. Kenapa kita sekarang justru terlibat dalam dukung mendukung, ini bukan politik, ini juga bukan pilkada, ini sepakbola, dan ini Arema," katanya.

“Ini sebenarnya hal mudah dan simpel, jangan dibuat rumit atau ribet, apalagi dengan menggerakkan Aremania. Sekarang ini yang perlu didukung itu Arema, kalau gak ada Arema, ya gak ada Aremania, tidak perlu ada dukung mendukung, karena yang harus didukung itu hanya satu, ya Arema," lanjut Lucky.

Pria kelahiran Malang, 9 Desember 1960 ini pun mengaku siap jika PSSI memutuskan memberi amanah pada pihaknya bersama M. Nur. Bahkan kabarnya, diam-diam Lucky telah menyiapkan pemain dan pelatih yang bakal memperkuat Arema musim depan, termasuk dengan menyewa stadion Gajayana untuk homebase Arema.
Bagaimana peluang untuk islah dengan pihak Rendra?

“Kita selalu terbuka, tapi saya ini bertengkar dengan siapa, kok harus islah. Tidak ada permusuhan. Ya, kalau saya ini dianggap musuh, saya tidak tahu, tapi saya tidak pernah memusuhi siapapun, jadi gak perlu istilah islah," yakin Lucky.

Jika mengacu konfirmasi terakhir melalui Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus menyebutkan PSSI memang belum memutuskan apapun terkait konflik di Arema. PSSI masih berharap internal Arema bisa menyelesaikan persoalan dualisme tersebut, sebelum proses regristrasi ulang pada 20 September nanti.

Sementara kubu Rendra tampaknya mulai pasrah menyikapi kemungkinan gagalnya proses rekonsiliasi. Bahkan kubu yang sebenarnya telah menyiapkan tim dan telah menyiapkan semua aspek klub professional ini kemungkinan telah mengetahui bahwa PSSI lebih condong pada kubu M. Nur.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada Aremania. Bila PSSI melihat kondisi obyektif di Malang, mestinya keputusannya harus bisa diterima oleh semua pihak. Apalagi saat ini PSSI sedang mendapat sorotan terkait kinerjanya," ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji mewakili kubu Rendra.

“Pertanyaannya, apa yang diperbuat PSSI untuk menyatukan yang terbaik untuk Arema? Sementara kami selalu menyambut baik dan patuh dengan arahan PSSI. Kami sudah maksimal untuk mempersiapkan apapun yang diminta PSSI. Saran kami, hentikan PSSI mengambil keputusan yang tidak populis," sambungnya.

Menurut mantan wartawan ini, klub dan stakeholder seperti Aremania sudah terforsir sejak adanya kompetisi tandaingan setahun lalu, dan berakses negative di internal organisasi Arema. Darmaji pun meyakinkan bahwa Arema adalah milik bersama, sehingga PSSI harus bisa merangkul semua kelompok.

“PSSI harus jujur dan obyektif apa yang menjadi keputusannya, masih ada waktu PSSI untuk mengkaji lebih dalam dan transparan, datanglah k eke Malang. Silahkan ajak bicara Aremania, silahkan ajak bicara pimpinan Muspida, karena bicara Arema tidak sekedar sepakbola, tapi juga menjadi karakter masyarakat Malang. Jangan sampai keputusan justru berdampak sosial, kami mencintai PSSI, karena itulah cintailah Arema, juga dengan mendudukan semua pihak untuk bersamaan," pungkas Darmaji.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs