Nasib Metro FC Semakin Tak Jelas

Sabtu, 10 September 2011 - 16:26 WIB • Dibaca 309 kali

ist

TUREN, MALANGRAYA.info – Apa khabar tim-tim dari Divisi Utama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)? Jawabnya mungkin seperti hidup segan mati pun tak mau. Divisi Utama PSSI saat masih dijabat Nurdin Halid dan kawan-kawannya, diakui oleh Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan Asia (AFC).

Baca Juga

Azhari, Sekretaris Tim Metro FC, Persatuan Sepakbola Kabupaten Malang, Sabtu (10/9/2011), menuturkan bahwa revolusi PSSI membuat sejumlah klub yang melahirkan banyak pemain bintang lapangan hijau justru tiarap. PSSI Pimpinan Djohar Arifin pun meminta sejumlah klub sepakbola tanah air menjadi badan hukum dengan model perusahaan atau merger dengan klub-klub besar berkocek tebal.

Timnas Merah Putih pimpinan Wim Rijsbergen pun disebut-sebut masih tak lebih baik saat dijabat Alfred Riedl yang ditunjuk Nurdin. Sayangnya, menurut Azhari, Alfred yang tak tahu apapun kisruh sepakbola tanah air, justru berimbas pada pemecatan dirinya.

Sehingga, masa depan sepakbola kini makin terpuruk. Sejumlah tim divisi utama gulung tikar. Yang lainnya, seolah digantung oleh PSSI lantaran tidak jelas format kompetisi model apa yang nantinya akan diberlakukan PSSI kini.

“Klub-klub divisi utama seperti digantung. Ini sangat merugikan. Kita susah payah mengarungi kompetisi dari divisi dua, satu hingga masuk divisi utama ternyata justru tidak ada atensi dari PSSI kini,” ungkap Azhari.

Sekadar diketahui, Metro FC Persekam adalah Tim Divisi Utama yang ada di Kabupaten Malang. Home Base tim berjuluk Macan Kumbang ini berada di Stadion Kanjuruhan. Tempat Tim Arema menjamu lawan-lawannya.

Mayoritas pemain Metro FC punya jam terbang cukup tinggi dalam kompetisi PSSI. Selain berpengalaman, mereka adalah pesepakbola lokal yang sudah cukup punya nama. Sama seperti tim-tim Divisi Utama dari seluruh Indonesia barangkali, nasib Tim Metro FC seperti digantung. Merugikan tim dan masa depan pemain.

Karena format kompetisi setelah era Djohar Arifin terpilih tak kunjung ditentukan, karir bola para pemain dan klub dari divisi utama pada umumnya terancam mati.

“Jelas merugikan tim dan pemain. Akan dikemanakan seluruh pemain dari divisi utama kalau kemudian PSSI kini tidak segera menentukan format kompetisi,” terang Azhari.

Dikatakan Azhari yang juga menjadi Pengurus Propinsi PSSI Jawa Timur Bidang Hukum tersebut, ada banyak tim-tim divisi utama yang punya materi pemain lokal mumpuni. Nah, PSSI Pusat seharusnya peka dalam hal ini. Pemain lokal, tak kalah bagusnya dengan pemain naturalisasi kalau kemudian pemain asli Indonesia mendapat tempat dan jam terbang lebih dari PSSI.

Dan terpenting adalah, PSSI harus segera membuat format kompetisi bagus dan tidak merugikan tim dari divisi utama. Bagaimanapun juga, perjuangan tim-tim dari divisi utama tidak mudah saat itu. Toh Divisi Utama PSSI diakui oleh FIFA dan AFC.

“Kami berharap ada kejelasan dari PSSI terkait masa depan klub dari divisi utama. Jangan digantung seperti ini. Karena bibit-bibit pemain lokal dari divisi utama, divisi satu dan divisi utama punya skil bermain sangat bagus,” katanya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs