Hadiah Runner Up Arema Hangus

Sabtu, 10 September 2011 - 08:35 WIB • Dibaca 97 kali

ist

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 telah berakhir tiga bulan lalu. Persipura Jayapura keluar sebagai juara dan Arema di urutan kedua atau sebagi runner up. Dua klub ini berhak atas hadiah uang Rp 2,5 miliar dan Rp 1,5 miliar.

Baca Juga

Manajemen Persipura telah menyatakan menerima uang hadiah tersebut sekitar dua bulan lalu, bagaimana dengan Arema? Hingga satu bulan jelang kompetisi musim depan, manajemen Arema ternyata belum menerima uang hadiah tersebut.

"Terus terang kita tidak tahu, bagaimana dan dimana uang hadiah itu," ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji mengaku sering ditanya oleh pemain dan official tim Arema terkait dengan pembagian bonus runner up ISL itu.

"Iya, kemana uang hadiah runner up sebesar Rp 1,5 miliar itu? Sampai sekarang kita belum menerima bonus kita meraih posisi runner up musim kemarin," ungkap salah seorang pemain Arema yang tak mau namanya dikorankan.

Ternyata uang hadiah itu masih tertahan di PT Liga Indonesia (PT LI), perusahaan yang mengelola kompetisi ISL selama ini. Lebih tepatnya uang tersebut sudah 'hangus', lantaran kabarnya dibuat untuk membayar utang Arema.

"Uang hadiah Rp 1,5 miliar itu masih di Liga, kita belum ajukan ke Liga, karena sampai sekarang belum ada kejelasan yayasan. Kalau sudah ada kejelasan mungkin bisa diajukan," ungkap Abriadi Muhara, beberapa waktu lalu saat dihkonfirmasi Malang Post.

Menurut pria yang musim lalu sebagai Pelaksana Harian PT Arema Indonesia ini, untuk bisa mencairkan uang hadiah tersebut pihak pengelola perlu mengajukan surat resmi ke PT LI. Khususnya untuk proses pencairan uang tersebut ke manajemen.

Perihal uang hadiah tersebut tak akan pernah diterima Arema karena untuk membayar utanng ke PT LI, Abriadi belum mau berterus terang. Meski menurutnya, semua utang pada pihak ketiga merupakan tanggung jawab Arema.

"Apa pun itu, Arema punya sangkut paut dengan pihak ketiga dan itu kewajiban Arema, termasuk ke BLI tentu ada pertanggung jawabnya. Kita transparan, apa pun itu tanggung jawab Arema ke pihak ketiga," jelasnya.

"Ya kalau memang benar utang, tentu jadi kewajiban Arema. Kalau secara fisik kita terima uang hadiah itu, tentu akan kita lihat neracanya, ada pemasukan dari apa saja dan pengeluaran untuk apa saja," pungkas Abriadi.

Sementara itu, pengakuan mengejutkan datang dari mantan CEO PT LIga Indonesia, Joko Driyono. Pria yang tak lagi masuk dalam jajaran pengurus PSSI ini justru membenarkan dan mengakui, Arema ada utang pada PT LI.

"Terkait kondisi Arema selama kompetisi kemarin itu, kita bantu. Arema itu punya utang pada liga (PT Liga Indonesia) dan dibanding dengan uang hadiah itu, untuk bayar utang Arema itu masih kurang," sebut Joko Driyono kepada Malang Post.

Mantan anggota Komite Normalisasi PSSI ini mengaku kesulitan untuk memberikan alasan PT Liga Indonesia tak kunjung mencairkan uang hadiah Arema. Satu-satunya alasan adalah karena Arema harus membayar utang itu ke PT LI.

Joko pun berharap pembuuaan Arema yang kemarin harus terkonsolodiasi dengan pengurus baru. Sayang untuk saat ini kepengurusan Arema masih belum jelas, alias masih terjadi dualisme. "Ya kita tunggu dulu, sampai semua beres," yakinnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs