Jaringan Curanmor Kota Malang Ditangkap

Jumat, 9 September 2011 - 08:26 WIB • Dibaca 433 kali

Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Mohammad Soleh alias Tigor, 20 tahun, warga Dusun Wiloso, Desa Gondangwangi RT21 RW04 Wagir terancam lama di tahanan. Pasalnya, dia tidak hanya tersangkut kasus perampokan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Bandungrejosari saja. Namun bapak satu anak ini juga terlibat pencurian motor (curanmor) Honda Revo, N 2866 CE.

Baca Juga

Tidak hanya Soleh, terkait kasus pencurian motor ini petugas juga berhasil mengamankan empat pelaku lainnya. Yaitu Eko Santoso, 26 tahun, warga Desa Jombok RT21 RW05, Ngantang, Eko Bambang Alias Simon, 25 tahun, warga Desa Jombok RT22 RW05, Ngantang, Karyono Sulaiman, 27 tahun, warga Desa Bulurejo RT02 RW02, Kepung, Kediri dan Iwan Deni Prasetyo, 31 tahun, warga Dusun Pengkol RT03, Desa Kasreman, Kandangan, Kediri. Dari tangan mereka petugas juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Revo nopol N 2866 CE. Motor tersebut merupakan milik Ahmad Zainuri, 43 tahun, warga Jalan Tlogomas RT06 RW07, Malang.

“Barang bukti kami amankan dari tangan Iwan. Dia merupakan pembeli terakhir. Dan saat kami amankan kondisi nopol kendaraan juga tidak berubah," terang Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Anton Prasetyo.

Terungkapnya kasus pencurian motor itu sendiri tak lain berawal dari keterangan Soleh, pelaku utama perampokan Pustu Bandungrejosari. Kepada petugas, pria yang betis kananya ditembak polisi lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap Jumat (19/8) lalu ini mengaku jika selain terlibat kasus perampokan dia juga terlibat kasus pencurian motor. Diceritakan oleh Soleh pencurian motor itu dilakukan tiga hari selang dia dan empat rekannya melakukan perampokan.

“Saya mencuri motor di daerah Landungsari. Saat itu motor berada di teras rumah, dan langsung saya bawa kabur," kata Soleh sambil mengatakan dia mudah menghidupkan masin motor karena kontak motor menempel.

Berhasil kabur, Soleh langsung datang ke rumah Simon, untuk minta bantuan menjualkan motor tersebut. Kepada Simon tentu saja Eko tidak mengatakan jika motor yang dibawanya tersebut hasil curian, sebaliknya dia mengatakan jika motor itu leasing, dan STNK nya diberikan menyusul.

“Saya menyuruh Simon menjualkan Rp 2 juta,"kata Soleh.

Simon pun menerima, namun tidak tidak menjual sendiri, sebaliknya Simon juga meminta bantuan Eko Santoso temannya untuk menjualkan. Dari Eko Santoso, barang berpindah kepada Karyono. Seperti sebelumnya, Eko Santoso pun hanya meminta Karyono menjualkan. Karyono sama sekali tidak keberatan. Terbukti, tiga hari selang dia dititipi motor, ada temannya yang langsung menawar. Yaitu Iwan Deni. Transaksi dilakukan di daerah Kandangan. Saat itu Iwan membeli motor seharga Rp 1,25 juta. Setelah mendapat uang, Karyono langsung ke tempat Eko untuk memberikan uangnya, dan selanjutnya secara bergiliran memberikan uang tersebut kepada Soleh. Namun begitu belum sempat uang komisi diberikan Soleh keburu ditangkap.

“Awalnya Soleh mengatakan akan memberikan uang Rp 50.000, kepada saya dan teman-teman, sebagai imbalan untuk menjualkan motor. Tapi belum juga mendapat komisi, Soleh lebih dulu ditangkap," tandas Eko.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
jaringan sampah kota malang dusun wiloso berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs