Peni dan ER Prihatin Kondisi Arema

Rabu, 7 September 2011 - 07:47 WIB • Dibaca 109 kali

Arema

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Kondisi Arema yang belum juga ada titik temu, membuat dua kepala daerah di Malang Raya, Peni Suparto dan Eddy Rumpoko, angkat bicara.

Baca Juga

Mereka meminta semua pihak tidak mengedepankan perselisihan dan perbedaan. Namun harus bersatu untuk menyambut kompetisi yang bakal digelar 8 Oktober mendatang.

"Sekarang ini kompetisi semakin dekat. Jadi saya kira pembentukan tim harus diutamakan sehingga Arema ini bisa mengikuti kompetisi dan berprestasi," ungkap Eddy Rumpoko kepada Malang Post kemarin.

Pria yang akrab disapa ER ini menjelaskan, layaknya pembentukan tim yang dilakukan adalah penentuan manajer, pelatih hingga pemain.

Wakil Ketua DPD PDIP Jatim ini tidak pernah menanggapi masalah perselisihan antara Muhamad Nur dan Rendra Kresna dalam mengurus Arema. Bahkan dia menganggap perselisihan tidak ada meski sempat adanya rekonsiliasi di Surabaya.

Dia menyarankan Muhamad Nur dan Rendra tetap berada dalam jajaran pengurus sehingga mereka langsung konsentrasi dalam pembentukan tim.

ER juga tidak pernah mempermasalahkan uang Rp 4 miliar yang digunakan untuk pembayaran gaji pemain menjelang berakhirnya kompetisi ISL musim 2010-2011 lalu. Dia memberikan uang itu kepada pemain, juga tidak melihat keberadaan Muhamad Nur di Arema. Karena bukan itu akar permasalahan Arema saat itu.
Dia sebagai warga Malang yang sangat cinta dengan Arema, sudah berupaya menyelamatkan Arema dengan mencarikan solusi agar krisis keuangan bisa teratasi. Yakni dengan mencarikan dana untuk membayar gaji pemain.

"Semua pihak harus bisa berkepala dingin untuk berfikir ke depan. Saat ini sudah waktunya membentuk tim Arema menjadi lebih baik sehingga tidak menjalani kompetisi asal-asalan. Apalagi Arema juga akan mengikuti kompetisi level internasional, yakni AFC," tegas mantan pengusaha ini.

Hal senada disampaikan Peni Suparto. Sebagai Ebese Arek Ngalam dia berharap semua pihak menyingkirkan masalah pribadi masing-masing. Tujuannya, agar nasib Arema tidak terkatung-katung terlalu lama. "Dahulukan kepentingan Arema dan Aremania. Harus disingkirkan kepentingan pribadi," tandas Peni.

Menurut Peni, pihak-pihak yang berseteru sekarang didalamnya adalah orang-orang yang mengerti benar soal organisasi dan bisnis. Karena itu, semua pihak disarankan lebih mendahulukan kepentingan yang lebih besar ketimbang kepentingan sesaat, apalagi bersifat pribadi.

"Pihak yang berseteru sekarang ini adalah orang-orang pinter. Mengatasi masalah seperti ini yang terbaik adalah kebersamaan. Itu lho seperti salamnya Arema, Salam satu Jiwa. Kalau satu jiwa kenapa harus ada perbedaan," ucapnya meyakinkan.

Peni sendiri sangat yakin, Arema tetap akan mengikuti kompetisi tahun ini. Artinya, Arema tidak akan ditinggalkan PSSI dalam putaran kompetisi Level 1. Keyakinan dimiliki Peni karena pertemuan pertama di Surabaya masih akan dilanjutkan ke pertemuan berikutnya. Sebab, sekali bertemu, memang sulit menentukan pilihan.

"Khusus untuk Aremania, kami berharap tetap dalam kondisi seperti sekarang ini. Aremania tetap mendorong dan mendukung kedua belah pihak menyatukan diri dalam kebersamaan. Aremania jangan sampai pecah," katanya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs