Warga Kesulitan Komplain Box IPAL

Selasa, 6 September 2011 - 08:40 WIB • Dibaca 95 kali

Foto: malang post

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Warga Jalan Danau Limboto Barat perumahan Sawojajar Kota Malang kesulitan untuk mengajukan komplain kepada pelaksana pembangunan instalasi pengelohan limbah (Ipal), terkait box beton yang ada di pinggir jalan dan bekas galian yang ambles. Pasalnya, tidak ada papan informasi proyek yang dipasang di sekitar lokasi pembangunan.

Baca Juga

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Jalan Danau Limboto Barat blok A-4 mengeluhkan pengaspalan jalan bekas galian pipa Ipal. Bekas galian yang diaspal jelang lebaran lalu, saat ini ambles karena tidak dilakukan pemadatan tanah di bekas galian pipa Ipal. Box beton yang ditanam di tanah juga ikut ambles sebagian.

“Saya sempat kaget, karena jalan bekas galian ambles di depan rumah saya. Amblesnya jalan ini terlihat tidak dilakukan pemadatan tanah bekas galian. Aspal yang semula hotmix, pun hanya diganti dengan aspal apa adanya saja. Katanya mau dikembalikan hotmix, tapi hanya seperti ini," kata Dodi, warga Jalan Danau Limboto blok A-4 kepada Malang Post, kemarin.

Karena ambles, dia sempat mencari papan informasi pelaksanaan proyek pembangunan di lokasi pembangunan yang berada di sekitar Jalan Danau Limboto Barat, tapi tidak juga ditemukan. Seharusnya, papan informasi proyek pembangunan ini ada dan terpasang. Proyek Ipal itu merupakan proyek pemerintah yang didanai dari APBD. Ditambahkan, papan informasi harusnya terpasang agar masyarakat dapat mengetahui status proyek itu. Sehingga masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek itu.

“Yang dilapangan hanya para pekerja saja, seperti buruh galian dan aspal. Kalau ditanya, mereka tidak tahu apa-apa. Siapa pelaksana proyek itu pun kami tidak mengetahuinya sampai saat ini," ungkapnya.

Amblesnya bekas galian pipa Ipal itu membuat masyarakat lainnya yang akan dilalui jalur pipa Ipal itu pun enggan untuk digali. Rencananya, usai di blok A-4, blok A-3 yang bersebelahan jalan juga akan dibangun Ipal yang ditanam di bawah tanah.

“Kami bukannya ingin menghambat pembangunan, tapi pembangunan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan," terangnya.

Ketua RW. XI Kelurahan Sawojajar, Oesman tidak mengetahui terkait papan informasi proyek pembangunan Ipal. Selama ini, informasi pembangunan itu berasal dari kelurahan. Karena proyek Ipal itu berasal dari Provinsi Jatim yang ditempatkan di wilayahnya.Karena ada jalan yang ambles bekas galian pipa Ipal, Oesman akan melaporkannya kepada Lurah Sawojajar. Pembangunan Ipal itu masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.

“Proyek itu masih akan berlanjut. Saat lebaran ini dihentikan untuk libur lebaran. Nantinya, setelah lebaran akan dimulai lagi dan akan kami laporkan untuk segera diperbaiki kembali. Soal papan informasi proyek, saya juga tidak melihatnya di sekitar lokasi pembangunan," tandasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs