Deadline Arema Tanpa Batas Waktu

Selasa, 6 September 2011 - 08:02 WIB • Dibaca 95 kali

Foto: ongisnade

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Jika mengacu pada keterangan Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus beberapa waktu lalu, persoalan internal Arema semestinya harus tuntas sebelum Senin (5/9) kemarin. Menyusul PSSI rencananya menyerahkan dokumen klub professional ke AFC (Asian Football Confederation), kemarin.

Baca Juga

Nyatanya deadline atau batas waktu untuk penyelesaian masalah Arema itu masih bisa molor. Bahkan PSSI sendiri melalui Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum, belum menegaskan rencana penyerahan dokumen klub professional itu ke AFC. Meski beberapa hari ini PSSI rapat bersama otoritas sepakbola Asia itu.

"Kita sudah rapat di AFC, mulai Sabtu, Minggu, sampai Senin tadi pagi (kemarin, Red.)," ungkap Djohar saat dikonfirmasi Malang Post terkait jadwal PSSI yang rencananya Senin (5/8) kemarin menyerahkan kelengkapan kompetisi ke AFC.

"Jadi besok (hari ini, Red) dari FIFA dan AFC akan bertemu dengan kita untuk rapat lagi," sambungnya.

Praktis, untuk agenda kompetisi musim depan, sebenarnya masih belum ada kejelasan. Bahkan Djohar sendiri menyebutkan, ada kemungkinan format kompetisi dua wilayah yang sempat disampaikan Sihar Sitorus itu bakal berubah. Sayang, hingga tadi malam Sihar sendiri tak bisa dikonfirmasi.

Dampaknya, untuk persoalan internal tim seperti di Arema pun menjadi tanpa batas waktu. Setidaknya untuk sementara waktu, tidak ada kekhawatiran Arema bakal gagal ikut kompetisi. Apalagi Djohar telah memberi garansi, tim berjuluk Singo Edan ini bakal ikut kompetisi musim depan.

Satu-satunya deadline untuk Arema adalah jadwal kompetisi itu sendiri. Khususnya jika PSSI konsisten sesuai jadwal akan menggelar kompetisi musim depan, mulai 8 Oktober nanti. Djohar berharap persoalan di internal Arema ini bisa secepatnya terselesaikan.

"Mereka (dua kubu, Red) kan mau menyiapkan tim, ya itu disitu batas waktunya. Kalau semakin lama dan terus berlarut-larut tanpa ada solusi, timnya semakin tidak siap untuk kompetisi musim depan, lalu siapa yang rugi? Tentu Arema sendiri yang rugi," terang Djohar mengaku belum menerima laporan hasil rekonsiliasi Arema.

Lantaran hingga saat ini memang masih belum ada solusi, sekalipun dua kubu yang diwakili Muhammad Nur dan Rendra Kresna sudah bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam. Dari pertemuan itu, pihak Rendra sudah memberi tawaran, meski pihak M. Nur masih belum memberi respon.

"Baguslah kalau sudah ada pertemuan," komentar Djohar.

"Ya, kita minta masalah intern Arema ini bisa secepatnya diselesaikan secara intern. Semuanya ingin Arema berjaya, Arema tampil dengan semangat baru, ya selesaikanlah di Arema sendiri," sambung Ketua PSSI yang menggantikan posisi Nurdin Halid ini.

Meski masih belum ada solusi pasti, Djohar meyakinan agenda rekonsiliasi seperti yang diinginkan PSSI itu masih dalam proses. Sehingga pria kelahiran Tanjung Pura, 13 September 1950 lalu ini tetap memprioritaskan Arema untuk mengikuti kompetisi professional level 1.

"Bagi kami yang penting Arema tampil di kompetisi. Itu sudah tekad dari kami, Arema harus ikut kompetisi. Masalah internal, ya selesaikanlah segera. Insya Allah Arema tetap ikut kompetisi, karena saya secara pribadi, sebelum jadi Ketua PSSI, Arema adalah kebanggaan saya," yakin Ketua PSSI yang juga mantan pemain PSMS Medan ini.

Lalu siapakah pengurus yang mengelola Arema di kompetisi musim depan?

"Ya rame-rame mengurus Arema kan bagus. Kalau banyak yang mengurus kan bagus, karena semakin banyak yang kasih modal kan bagus. Logikanya begitu, bisa dua, tiga atau empat orang pemodal, semakin banyak kan semakin bagus," jawab Djohar.

Menyusul keyakinan dari Djohar ini, menurutnya PSSI belum mau mengambil langkah untuk ikut campur dalam persoalan Arema. Harapan pria yang pernah sebagai wasit maupun pelatih ini diantara dua kubu Arema yang berseteru bisa ada kompromi demi kebaikan tim Arema.

"Kita akan tetap memfasilitasi, dan kita akan tetap mengusahakan ada kesepakatan di Arema itu sendiri. Saya rasa keduanya ini kan mau Arema maju. Insya Allah bisa, saya doakanlah. PSSI akan terus memonitor perkembangan di Arema, dan kita mengharapkan penyelesaikan segera dilaksakan kalangan Arema sendiri," pungkas Djohar.

Sementara itu dari dua kubu yang sempat bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam, belum ada tanda-tanda untuk melanjutkan pertemuan. Meski dari pihak Rendra sebenarnya kini tengah menunggu keputusan atau sikap dari M. Nur yang telah menerima tawaran opsi tetap sebagai Ketua Yayasan Arema. Kebetulan M. Nur sendiri meminta waktu dua hari sebelum memberi jawaban.

"Mudah-mudahan dua hari ini adalah waktu yang cukup bagi Pak Nur untuk mengambil keputusan terbaik untuk Arema," sebut Sudarmaji, Manajer Media Officer Arema memastikan opsi pertama sudah tidak berlaku.

Opsi pertama adalah Rendra Kresna dan Bambang Winarno menyatakan siap mundur, jika pada Minggu malam itu Muhamad Nur menyatakan siap mengambil alih yayasan Arema. Sedangkan opsi kedua yang kini berlaku dan ditawarkan pada Muhamad Nur adalah kembali ke titik nol, yaitu Muhamad Nur tetap sebagai Ketua Yayasan.

"Ya, sekarang kita menunggu dari Pak Nur. Kita optimis Pak Nur akan bersikap bijaksana demi Arema, apalagi opsi yang ditawarkan kompromistis. Jika diserahkan ke PSSI, kami tetap berharap PSSI obyektif, fair dalam memutuskan," pungkas Darmaji. Sedangkan Muhamad Nur hingga tadi malam tak mau menjawab konfirmasi dari Malang Post.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs