Pembunuhan ABG di Pujon

Pembunuh Diduga Tetangga Sendiri

Sabtu, 3 September 2011 - 08:09 WIB • Dibaca 1,499 kali

PUJON, MALANGRAYA.info – Anggota gabungan Polres Malang dan Polsek Pujon terus bekerja keras mengungkap pelaku penganiayaan yang menewaskan Nasrulah Hamdani, 17 tahun, warga Dusun Meduran RT29 RW09, Desa Madiredo, Pujon. Meski awalnya polisi mengamankan Heri, 22 tahun, tetangga korban, namun dia akhirnya dilepaskan kembali karena tidak terbukti kuat terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Hartoyo mengungkapkan, Heri hanya dijadikan saksi kunci.

Yang pasti, menurut Hartoyo, sudah ada satu tim khusus yang memburu tiga pelaku pengeroyokan terhadap Nasrulah, panggilan akrab korban. Seperti diketahui, Nasrulah ditemukan tergeletak di areal pemakaman kampung Dusun Lebo, Desa Madiredo Pujon saat merayakan malam takbiran Selasa (30/8) malam. Akibat pengeroyokan itu, Nasrulah mengalami luka di sekujur wajahnya. Seperti kepala memar, bengkak di kedua mata dan bibir, serta rahang kiri patah. Pemuda ini pun akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di IRD RSSA Malang, menjelang Kamis (1/9) dini hari.

Baca Juga

Kamituwo Dusun Lebo, Masrukhin, 48 tahun menjelaskan, kali pertama yang menemukan tubuh Nasrulah tergeletak di pemakaman umum dusunnya adalah Khudori, 39 tahun, warganya yang sedang berziarah ke makam ibunya sebelum salat Idul Fitri. “Dia mendengar ada suara orang ngruguh. Setelah dicari, Khudori ini kaget karena melihat ada seorang pemuda sudah tergeletak dengan wajah yang bengap. Dia lalu meminta tolong kepada Usman, tetangganya yang juga sedang ziarah untuk memberitahukan kepada saya," kata Masrukhin.

Hanya beberapa menit setelah itu, warga kampung lainnya pun mendadak gempar dan ikut mendatangi pemakaman umum untuk melihat tubuh Nasrulah yang masih tergeletak di sana. “Wajahnya memang sulit dikenali karena bengap. Tapi akhirnya, identitasnya baru diketahui dari motor Cina Viva yang berada tidak jauh dari tubuhnya. Mulanya, Khudori dan Usman tidak tahu kalau motor itu ternyata milik Nasrulah. Mereka pikir milik warga lain yang juga ziarah," lanjutnya. Beberapa warga memberitahukan hal ini ke keluarganya sedangkan lainnya melapor ke Mapolsek Pujon.

Setelah dilakukan pemeriksaan sebentar, tubuh Nasrulah dibawa ke BKIA Pujon. Dari sana, dia dibawa ke RS Baptis. Namun karena lukanya cukup parah, Nasrulah dirujuk ke IRD RSSA Malang. Sementara itu, Kapolsek Pujon, AKP Lisnaryadi mengungkapkan anggotanya dan anggota Polres Malang sudah mendatangi rumah tiga orang yang diduga pelakunya. “Ya masih kami cari," katanya singkat.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
pembunuhan di pujon berita pembunuhan di pujon malang pembunuhan pujon video tahun baru di kota pujon pembunuhan di pujon malang kasus perkosaan di pujon kasus pujon berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs