Kebakaran Hutan Gunung Kawi Semakin Meluas

Minggu, 28 Agustus 2011 - 09:17 WIB • Dibaca 505 kali

Foto: malang post

DAU, MALANGRAYA.info – Kebakaran hutan di Gunung Kawi makin parah lantaran saat ini sudah mencapai luasan 100 hektare. Luasan hutan yang terbakar kali ini meningkat sepuluh kali lipat sejak terbakar pada 22 Agustus 2011 lalu. Proses pemadaman kebakaran hutan itu hanya bisa dilakukan oleh pesawat pemadam kebakaran.

Baca Juga

Camat Dau Drs Firmando Hasiholan Matondang kepada Malang Post mengatakan kebakaran tak bisa dikendalikan secara manual. Perhutani, Magersaren dan warga Desa Selorejo telah berupaya melokalisir kebakaran hutan. Namun akibat angin yang berhembus kencang, upaya mereka tidak menuai hasil.

“Lokasi kebakaran mencapai 100 hektare, meluas dari areal yang terbakar sebelumnya 10 hektare," ujar Mando sapaan akrabnya kepada Malang Post.

Pantauan Malang Post, dilihat dari Desa Mulyoagung Kecamatan Dau api masih tampak di areal Gunung Kawi di malam hari. Di saat cuaca cerah pada siang hari, asap putih tampak di beberapa sudut gunung tersebut. Kebakaran yang awalnya hanya di dua punggungan bukit kini meluas hingga lebih dari tiga bukit.

“Hanya bisa dipadamkan dengan pesawat pemadam kebakaran, warga sudah berusaha tapi ternyata api meluas," kata dia.

Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, puncak kebakaran terjadi pada Senin (22/8), api bahkan tampak menyala terang di gunung yang membujur di tiga daerah Kabupaten dan Kota itu. Saat itu api terlihat di lereng puncak Gunung Kawi bernama Gunung Butak. Api juga menjalar ke arah kaki putri tidur menuju Gunung Panderman.

“Wah sudah terjadi sejak tiga hari lalu, kebakaran dimulai dari hutan di Blitar lalu menjalar ke arah Cemoro Kandang," aku Priadi warga Dusun Selokerto Desa Selorejo Kecamatan Dau kepada Malang Post.

Jasnadi Kepala Dusun Krajan Desa Selorejo Kecamatan, menegaskan bahwa Mantri Perhutani juga ikut memimpin sekitar 50 orang untuk naik gunung. Mereka berangkat Selasa pagi dan hingga Rabu sore kemarin belum ada tanda-tanda pulang. Proses pemadaman api, kata Jasnadi yang lebih paham adalah petugas dari Perhutani.

"Biasanya mereka membuat alir-alir, yakni membuat jalur api baru untuk melokalisir areal yang terbakar," jelasnya.

Kata dia, kebakaran yang terjadi tahun 2011 ini masih kalah hebat dengan kebakaran tahun 2009 lalu. Saat itu kebakaran berlangsung selama berminggu-minggu sehingga api terlihat sangat besar ketika malam hari. Saat malam, bahkan suara kebakaran sampai terdengar hingga desa.

"Masih besar api tahun 2009, biasanya nanti padam setelah dilakukan alir-alir, titik api dipusatkan," jelasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
kebakaran hutan di malang kebakaran hutan tahun 2011-2012 berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs