Dewan Ingin Tambah Dana untuk SD Rusak

Sabtu, 27 Agustus 2011 - 13:08 WIB • Dibaca 287 kali

ILUSTRASI - Foto: media indonesia

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang mendesak Dinas Pendidikan Nasional setempat untuk memperjuangkan anggaran perbaikan bagi gedung SD yang mengalami kerusakan di daerah tu.

Baca Juga

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Pujianto, Sabtu, mengaku, anggaran untuk perbaikan untuk gedung SD-SD yang rusak dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada tahun ini (2011) menyusut cukup signifikan.

“Seharusnya Diknas secara proaktif untuk memperjuangkan anggaran ini, sebab masih banyak gedung SD yang membutuhkan dana untuk perbaikan secara fisik, baik rusak sedang maupun berat,” tegasnya.

Politisi dari PAN itu mengatakan, dana rehabilitasi (perbaikan) fisik gedung yang berasal dari pemerintah pusat di sejumlah SD di daerah itu dikurangi.

Sebelumnya anggaran untuk rehabilitasi 37 gedung SD di daerah itu sebesar Rp10,3 miliar, namun dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2011 menyusut menjadi menjadi Rp8,3 miliar atau berkurang sekitar Rp2 miliar.

Sejumlah SD yang dana rehabilitasi fisiknya dikurangi antara lain adalah SDN Sukun, SDN Madyopuro1, SDN Blimbing 3 dan 1, SDN Sawojajar 3, SDN Lowokwaru, SDN Pandanwangi 4, SDN Tlogowaru 1, SDN Arjowinangun 1, SDN Cemorokandang 1 serta SDN Bareng 3.

Dikuranginya anggaran tersebut, lanjutnya, seharusnya Diknas langsung mengambil langkah untuk memperjuangkannya lagi lebih intensif agar anggaran yang dikucurkan dari pemerintah pusat itu bisa lebih besar dan gedung SD-SD yang rusak bisa tertangani.

Ia menilai, Diknas setempat tidak mengawal ketat alokasi anggaran rehab sekolah tersebut hingga ke pusat, sehingga mengalami penurunan. Bahkan, ada kemungkinan kinerja diknas yang menurun.

“Kami akan komunikasikan dengan ketua komisi untuk memanggil Kadiknas guna mengetahui penyebab pastinya adanya penurunan anggaran rehab sekolah,” ujarnya.

Menanggapi desakan para wakil rakyat tersebut Kadiknas Kota Malang Sri Wahyuningtyas mengaku, program rehab tersebut adalah program tahun lalu yang direalisasikan tahun ini (2011).

Anggaran rehab, katanya, tidak murni hanya untuk merehabilitasi gedung, namun juga digunakan untuk menambah ruang kelas baru yang sebagian besar juga untuk kelas SD.

“Tentu kami juga punya skala prioritas untuk merealisasikan rehab dan penambahan ruang kelas baru karena keterbatasan anggaran. Kami haruis bisa memilih mana sekolah yang benar-benar mendesak dilakukan perbaikan,” tegasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Ahmad Taufik
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs