Amatir Pilihan Terakhir Metro FC

Jumat, 26 Agustus 2011 - 09:04 WIB • Dibaca 236 kali

Foto: malang post

TUREN, MALANGRAYA.info – Rencana merger Metro FC dengan tim promosi Divisi I dari Kalimantan yakni Martapura FC, sepertinya tidak juga membuat tenang hati pengurus dalam mempersiapkan langkah tim melakoni musim kompetisi mendatang. Maklum, selain komunikasi antar kedua pengurus yang memerlukan waktu, batasan waktu yang diberikan PSSI pun juga menjadi masalah tersendiri.

Baca Juga

Karenanya guna menyiasati itu, pengurus pun mewanti-wanti jika pada musim kompetisi mendatang, tim berjuluk Macan Kumbang akan mengalihkan konsentrasi ke amatir. Dengan kata lain, sambil menunggu rencana merger, amatir adalah pilihan terakhir untuk tim yang pernah dinahkodai pelatih Jonathan itu.

“Merger adalah pilihan pertama. Karena dengan regulasi baru yang dikeluarkan PSSI, deposit Rp 2 miliar tetap menjadi masalah inti untuk kompetisi mendatang. Karenanya, untuk menyikapi itu langkah akhir akan dilakukan rapat pengurus. Pastinya, liga amatir akan menjadi sasaran terakhir untuk kompetisi yang akan diikuti oleh Metro FC," kata Ketua Umum Harian Metro FC, Abdul Malik.

Kalau langkah ini nantinya menjadi solusi akhir, Malik mengharap, agar semua bisa menyadari kondisi itu. Karena bagaimana pun, dengan tidak diperbolehkannya menggunakan dana APBD pada tingkatan kompetisi profesional, sangat berpengaruh bagi internal tim.

“Dengan tetap berlaga di amatir, harapannya dana pembinaan dari APBD masih bisa dialokasikan untuk Metro FC. Karena untuk tingkatan amatir, masih diperbolehkan menggunakan dana tersebut," tambah pria yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang.

Merespon kemungkinan Metro FC di liga amatir, mantan Kapten Tim Metro FC, Edi 'Duro' Zamroni mengaku sangat kecewa dengan langkah yang bakal diambil pengurus. Terlebih, bila melihat perjuangan rekan-rekannya dalam mendongkrak kasta Metro FC dari Divisi II hingga ke Divisi Utama.

“Kalau hal itu terjadi, sebagai warga Kabupaten Malang saya sangat kecewa. Apalagi, melihat perjuangan teman-teman selama ini. Tidak hanya saat Metro FC berada di Divisi II, namun hingga kami harus berjuang habis-habisan agar Metro FC tidak terdegradasi, seolah menjadi hampa," ungkap Duro.

Namun semua itu, tambah pemain asal Sumbermanjing Wetan, kembali ke pengurus dan manajemen. Kalau dari internal pengurus ada keseriusan, sudah barang tentu regulasi atau persyaratan yang dibuat PSSI, bisa dijalani dengan baik.

“Kalau memang itu menjadi pilihan terakhir, saya sendiri hanya bisa berharap bahwa sepak bola kabupaten bisa tetap bergaung. Jangan sampai, turunnya kasta tim juga diikuti turunnya prestasi," tambah pemain yang bakal hengkang dari Metro FC.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs