Jelang Lebaran

Terminal Hamid Rusdi Belum Maksimal

Kamis, 25 Agustus 2011 - 19:13 WIB • Dibaca 140 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Terminal Hamid Rusdi Kota Malang, Jawa Timur, yang diresmikan dua tahun lalu (2009) hingga saat ini tidak berfungsi secara maksimal.

Baca Juga

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang M Yusuf, Kamis, mengakui adanya keengganan para sopir bus maupun angkutan kota (kota) masuk ke Terminal Hamid Rusdi karena sepi penumpang.

“Penumpang juga lebih memilih naik dan turun di eks-terminal lama (Terminal Gadang), sehingga sopir angkot pun juga lebih senang “ngetem” di kawasan itu ketimbang masuk ke dalam terminal yang baru (Hamid Rusdi),” ujarnya.

Ia mengemukakan, tujuan dibangunnya Terminal Hamid Rusdi tersebut diharapkan mampu membuka akses sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Malang timur, namun hingga dua tahun diresmikan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Lebih lanjut mantan Kahumas Pemkot Malang itu mengatakan, karena masih banyaknya sopir yang menaikkan dan menurunkan penumpang di kawasan eks Terminal Gadang, maka pihaknya bersama instansi terkait lainnya sering melakukan razia.

Hanya saja, lanjutnya, meski sering dilakukan razia, sopir angkot maupun penumpang tetap tidak mau masuk ke dalam Terminal Hamid Rusdi, bahkan hampir setiap ada razia antara petugas dengan sopir angkot “kucing-kucingan”.

Akibat membandelnya para sopir angkot tersebut, lanjutnya, arus lalu lintas di kawasan Gadang menjadi macet dan “amburadul” karena di kawasan itu menjadi terminal bayangan.

Sementara salah seorang sopir angkot lyn Landungsari-Hamid Rusdi, Suparjono mengaku, dirinya bersama sopir angkot lainnya tidak mungkin masuk Terminal Hamid Rusdi kalau kondisinya sangat sepi.

“Kami masuk ke terminal kalau sedang istirahat saja karena suasananya tenang dan tidak ramai seperti terminal-terminal lainnya,” ujarnya.

Karena sepinya penumpang maupun angkutan umum yang masuk ke Terminal Hamid Rusdi, pendapatan (retribusi) terminal yang dibangun dengan dana sekitar Rp59,7 miliar itu juga kecil.

Pada tahun 2010 pendapatan dari terminal tersebut ditarget sebesar Rp35 juta per bulan, namun hanya terealisasi sebesar Rp26 juta/bulan. Sedangkan 2011 ditarget sebesar Rp37 juta/bulan, namun yang terealisasi setiap bulannya berkisar Rp25 juta sampai Rp26 juta.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Iwan Kurniawan
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs