Arema Minta PSSI Tunda Pengumuman Verifikasi

Rabu, 24 Agustus 2011 - 08:42 WIB • Dibaca 301 kali

Iwan Budianto - Foto: malang post



KLOJEN, MALANGRAYA.info
– Pasca batas akhir pendaftaran dan penyerahan dokumen klub professional ke PSSI, Senin (22/8) kemarin, persoalan di internal Arema memasuki babak baru. Setidaknya lanjutan konflik di tubuh Singo Edan ini mulai menunjukkan gambaran nyata adanya dua belah pihak.

Baca Juga

Terbukti dari rilis yang disampaikan PSSI kepada Malang Post tadi malam, diketahui dari 16 klub Indonesia Super League (ISL) yang telah berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), klub Arema dengan PT Arema Indonesia ternyata memiliki data dua direksi yang berbeda.

Dalam rilis ini disebutkan bahwa PT Arema Indonesia yang masuk dan didaftarkan ke PSSI, memiliki dua nama Direktur Utama. Yaitu Satrija Budi Wibawa (SBW) dan Iwan Budianto. Inilah buah dari konflik berkepanjangan di Arema yang akhirnya sama-sama mendaftarkan diri ke PSSI.

Untuk Iwan Budianto sudah jelas sebagai wakil investor yang bakal mengelola tim Arema. Seperti yang pernah disampaikan Pembina Yayasan Arema, Rendra Kresna, untuk posisi Iwan bakal dipercaya sebagai Direktur Utama PT Arema Indonesia. Bagaimana dengan Satrija Budi Wibawa?

Pria yang akrab disapa SBW dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Arema ini tampaknya menjadi 'korban' kepentingan pihak Muhammad Nur. Khususnya dalam upaya M. Nur bersama Siti Nurzanah yang ikut mendaftarkan PT Arema Indonesia itu ke PSSI.

Kebetulan berdasarkan akta PT Arema Indonesia yang lama, nama SBW tercantum sebagai Direktur Utama. “Walah, opo maneh yo. Ojok guyon, iki mbanyol pol," ucap SBW mengaku tidak tahu menahu perihal namanya yang dicatut masuk dalam pendaftaran PT Arema Indonesia ke PSSI.

Namun hal berbeda disampaikan Darjoto Setiawan. Mantan Pembina Yayasan Arema ini justru mengaku terkejut saat nama SBW, disebut-sebut ada pada posisi Direktur Utama PT Arema Indonesia.

"Mana mungkin SBW mau? SBW sudah tidak ada hubungan sama sekali dengan Arema. Mungkin saja yang mendaftarkan pakai dokumen PT Arema Indonesia yang lama," tulis Darjoto dalam blackberry massanger yang dikirim ke Malang Post.

Padahal, tulis Darjoto, SBW sudah diganti oleh orang lain dalam akte yang baru. "Tapi kalau pendaftaran itu pakai akte PT Arema Indonesia yang lama, berarti akte perubahan direksi PT Arema Indonesia yang baru dihilangkan," tulis Darjoto yang saat ini menjabat sebagai Managing Director PT Rajawati Corpora.

Boleh jadi, pihak M. Nur yang terakhir diketahui jalan bersama Pendiri Arema, Lucky Acub Zainal untuk mengelola Arema sengaja menggunakan akta yang lama. Meski diketahui, setelah era SBW itu, PT Arema Indonesia sempat dipimpin oleh Gunadi Handoko dan akhirnya dijabat sementara oleh M. Nur.
Terlepas nama SBW tersebut, sosok M. Nur dan Siti Nurzanah tampaknya dibalik pendaftaran PT Arema Indonesia yang juga didaftarkan oleh Iwan Budianto ini.

"Sejak awal kami sampaikan, agar PSSI fair dan sportif melakukan verifikasi. Kami selalu menerima kekurangan bisa secara transparan disampaikan, dan kami siap memperbaiki, namun jangan sekedar menilai dari satu aspek saja, karena ada lima apsek yang mesti dinilai," sebut Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji mewakili pihak Iwan yang didukung Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan sebagai Pembina Yayasan Arema.

"Selain itu akan lebih bijak bila PSSI mendudukan satu meja kedua belah pihak bila dianggap satu ada kekurangan dan lainnya ada kelebihan. Tidak fair bila satu pihak diberikan akses untuk melihat syarat yang diajukan dari pihak kita dan menilai itu sebuah kelemahan. Tapi bagaimanapun kami mendukung upaya PSSI untuk tetap mengeksistensikan Arema," sambungnya.

Terkait persoalan legalitas, menurut mantan wartawan ini, semua sedang berproses dan seiring waktu akan terjadi perubahan.

"Karena itu, sekali lagi demi eksistensi Arema di kompetisi, kami mengharap PSSI mendelay keputusan mengumumkan peserta kompetisi, dengan memberikan kesempatan atau batas waktu agar Arema menyelesaikan persoalan internal klubnya," harap Sudarmaji.

Lebih lanjut, pihaknya mendukung penuh ajakan dan himbauan PSSI dan semua pihak agar persoalan Arema diselesaikan dengan penuh kebersamaan. Termasuk PSSI, menurut Sudarmaji, juga harus transparan tentang aturan degradasi.

"Kami hanya membawa amanah Aremania agar Arema tetap eksis, mempersiapkan segala kebutuhan kompetisi, tidak sekedar aspek legalitas," yakinnya.

Sementara itu, Siti Nurzanah mewakili pihak M. Nur saat dikonfirmasi Aremania menegaskan dirinya tidak ada motivasi apapun mendaftarkan Arema, kecuali berharap Singo Edan bisa tampil di kompetisi level 1 (teratas). Menurut Nurzanah, pihaknya berjaga-jaga jika ternyata yang didaftarkan Iwan Budianto gagal verifikasi.

"Kita jaga-jaga kalau ada yang gak lolos verifikasi, masih ada (Arema, Red) yang lolos. Tolong ini disikapi dengan hati yang dingin. Saya tidak ada maksud apapun, tapi yang penting Arema bisa masuk level 1, setelah itu kita duduk bersama, bagaiman langkah kedepan," terang Nurzanah mengaku kemarin sudah menghubungi Rendra Kresna.

"Saya prihatin ada perpecahan, padahal yang saya lakukan ini untuk Arema, dan yang penting dimasukkan dulu. Soal gerbong kita bicarakan berikutnya. Meski ada dua yang didaftarkan, tidak mungkin dua-duanya masuk, pasti PSSI hanya hanya akan memilih satu, karena Arema hanya satu. Ya, kita tunggu saja pengumuman dari PSSI. Insya Allah semua berjalan baik," lanjut wanita berjilbab ini.

Sementara PSSI berencana melakukan verifikasi keabsahan dua belah pihak yang sama-sama mendaftarkan nama PT Arema Indonesia tersebut dengan mengecek SK (Surat Keputusan) Menkumhan, khususnya terkait perubahan direksi yang terakhir. "Masih kita pelajari dulu, kita belum bisa komentar soal Arema ini," ungkap Sihar Sitorus, Komite Bidang Kompetisi PSSI saat dikonfirmasi Malang Post, tadi malam.

"Ditunggu saja dulu, tentu hanya satu yang akan dipilih PSSI untuk selanjutnya akan kita serahkan ke AFC (Asian Football Confederation, Red). Kita pelajari, mana yang paling solid," yakin Sihar menjadawalkan pengumuman hasil verifikasi oleh PSSI itu pada hari Kamis (25/8) lusa.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
arema 2011 iwan budianto arema berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs