Jelang Lebaran

Permintaan Keripik Tempe Meningkat

Rabu, 24 Agustus 2011 - 07:54 WIB • Dibaca 754 kali

Foto: malang post

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Sentra bisnis oleh-oleh khas Malang sedang sibuk mengejar produksi untuk memenuhi kuota permintaan yang naik menjelang Lebaran. Usaha seperti Keripik Tempe Rohani dan Keripik Tempe Swari misalnya, harus memburu waktu dalam membuat keripik tempe untuk memenuhi pesanan pelanggan yang selalu membeludak tiap hari raya.

Baca Juga

Pemilik gerai Keripik Tempe Rohani, Lilik Suprapti mengungkapkan, untuk mengantisipasi kekurangan stok, sejak beberapa minggu lalu ia sudah melipatgandakan produksi. “Karena keripik tempe awet, kami sudah memproduksi sejak awal bulan puasa," paparnya.

Dalam hari biasa saja, Rohani mampu memproduksi keripik tempe sekitar 200 kilogram per hari. Karena lonjakan permintaan, Lilik bisa memproduksi hingga dua kali lipat. Menurutnya, puasa kali ini mencatatkan rekor produksi keripik tempe yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi juga dirasakan oleh Keripik Tempe Swari. Usaha milik Halimah ini bahkan optimis bisa meraup kenaikan omzet 100 persen dibandingkan tahun lalu. Menurut Halimah, keyakinannya tersebut didasari oleh tren penjualan yang selalu mengalami kenaikan.

“Tiap tahun selalu ada kenaikan. 2011 ini, minimal penjualan bisa sampai 100 persen," yakin Halimah kepada Familia Malang Post.

Walaupun menargetkan rekor penjualan tinggi, usaha yang berdiri tahun 2000 ini tak menaikkan harga sedikitpun. Halimah menegaskan, Swari tak pernah memanipulasi harga ketika permintaan sedang tinggi.
“Kami tak akan menaikkan harga," lanjutnya.

Keyakinan Halimah ini didasari oleh luasnya pangsa pasar Keripik Tempe Swari. Selain lokal Malang, penggemar Keripik Tempe Swari berasal dari Kalimantan, NTT dan Bandung. Hanya, saat ini penjualan lebih banyak didominasi pemesanan dari daerah Jakarta dan Bogor.

Halimah memprediksi, kenaikan arus pembeli yang datang ke gerai Swari bakal terjadi pada H-7 lebaran. Tidak hanya itu, menurutnya, setelah lebaran penjualan masih menunjukkan kestabilan omzet dalam kurun waktu dua minggu. Karena itu, untuk mengantisipasi lonjakan pembeli, Halimah hanya menutup Swari selama dua hari, yakni 30 dan 31 Agustus.

“Kami akan tetap buka seperti hari biasa. Soalnya, saya yakin pada H-1 pun pembeli akan banyak datang," pungkas Halimah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
oleh-oleh khas malang permintaan keripik keripik tempe berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs