Ketua DPC Partai Demokrat Dipolisikan

Selasa, 23 Agustus 2011 - 15:10 WIB • Dibaca 366 kali

Foto: malang post

BATU, MALANGRAYA.info – Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kota Batu, Joko Lestariono dilaporkan stafnya, Mardi Setianingsih ke Polres Batu, kemarin. Tuduhan yang dilakukan oleh warga Jalan Imam Bonjol II Kelurahan Sisir, Batu itu, Joko tidak memberikan haknya berupa gaji selama bekerja sejak tahun 2007 lalu.

Baca Juga

Menurut keterangan Ningsih, panggilan akrabnya, dia bekerja sebagai staf administrasi pada kantor DPC Partai Demokrat sejak tahun 2007 lalu. Mulai saat itu dia mendapat bayaran sebesar Rp 400.000 per bulan.

“Kalau dihitung hingga sekarang, hak saya lebih Rp 10 juta. Kalau ditambah dengan uang lembur, jumlahnya semakin besar," ungkapnya kepada Malang Post kemarin.

Menurut Ningsih, dia mengakui menandatangani penerimaan honor tersebut lantaran dijanjikan honor akan diberikan ketika dana bantuan partai politik (parpol) cair. Namun ketika dana bantuan parpol cair setiap tahun, Ningsih mengaku belum pernah menerima honornya itu.

Padahal, dalam laporan keuangan, disebutkan dia telah menerima honorarium sebesar Rp 4,8 juta pada 2007 dan Rp 6 juta pada 2008. Ibu tiga anak ini menjelaskan, dia bekerja sesuai dengan SK DPC Partai Demokrat Nomor : 021/SK/DPC.PD/VIII/2007 adalah staf yang bertugas dan bertanggungjawab memelihara data arsip DPC Partai Demokrat Kota Batu. SK itu sampai sekarang belum berakhir, namun sudah ada staf baru di DPC.

Sebelumnya, Ningsih sudah tiga kali melayangkan somasi ke Djoko, namun tidak ditanggapi. Dia mendatangi Mapolres Batu bersama Ketua SPSI Kota Batu, Purtomo. Meski sudah datang, namun mereka belum menerima bukti laporan karena diminta untuk membuat kronologi terlebih dahulu oleh petugas Polres Batu.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Joko Purwanto mengaku masih membutuhkan bukti-bukti nyata terkait laporan ini.

“Sehingga bisa memutuskan apakah termasuk tindak pidana atau perdata," terangnya. Sementara itu, dikonfirmasi kasus ini, Joko Lestari menolak dikatakan tidak memberikan bayaran kepada stafnya tersebut. Setiap keuangan sudah masuk pada bendahara dan bendaharalah yang membayarkan kepada staf, termasuk Ningsih.

“Kami selalu membayar dan tidak pernah menunggak, apalagi sampai empat tahun. Jika kasus tersebut sudah dibawa ke ranah hukum, biarlah hukum yang berbicara. Asal tahu saja orang yang melapor tidak akan menyesal," katanya ditemui saat mengikuti acara buka bersama di Pasar Oleh-oleh Khas Jatim (POJA), Jalan Diponegoro, kemarin.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
DPC PD Batu 2011 berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs