Ratusan Pejabat Terancam Turun Pangkat

Selasa, 23 Agustus 2011 - 10:51 WIB • Dibaca 105 kali

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Tak kurang dari 400 orang pejabat di Pemkab Malang diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Malang karena mangkir dari Resepsi HUT RI di Pendopo Kabupaten Malang pada 18 Agustus 2011 lalu. Dari ratusan pejabat itu ada beberapa nama Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Malang.

Ceritanya, pada tanggal 18 Agustus lalu, Bupati menggelar pertemuan dengan sekitar 630 pejabat struktural mulai Kepala SKPD (Dinas, Badan dan Kantor) sampai Kepala Bidang dan Kepala Seksi. Pertemuan digelar sore hari di pendopo Kabupaten Malang dalam posisi lesehan. Kemudian dilanjutkan buka bersama, tarawih bagi yang muslim, sedianya resepsi HUT RI ke 66 digelar usai tarawih.

Baca Juga

“Saat resepsi, hampir separuh pejabat hilang, saya perintahkan malam itu juga Sekda melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Harusnya mereka (pejabat) ikut acara resepsi HUT RI yang didalamnya juga ada santunan anak yatim," tegas Bupati Malang Rendra Kresna kepada Malang Post.

Menurut dia, para pejabat yang benar-benar lalai dan mangkir akan mendapat sanksi penurunan pangkat. Kondisi yang terjadi itu benar-benar memalukan bagi korps pegawai negeri di lingkungan Pemkab Malang. Saat itu juga Rendra mengaku memerintahkan Sekdakab Malang Abdul Malik untuk melakukan BAP.
“Sampai saat ini pun masih banyak yang diperiksa oleh Sekda dan tentu saja Inspektorat, terbukti lalai dan mangkir akan ada penundaan kenaikan pangkat," imbuh Rendra.

Diantara pejabat itu ada juga sejumlah Kepala SKPD, seperti Kepala Dinas, Kepala Kantor, Kepala Badan, Kepala Bagian, Camat, serta juga Kepala Bidang dan Kepala Seksi. Malah diantara pejabat yang mangkir adalah Kepala Badan Kepegawaian Daerah Didik Budi Muljoto, Kepala DPPKA, Kepala Badan Perpustakaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian TU dan satu Camat.

Menurut Kepala Bagian Humas, M Hidayat, Bupati marah saat kejadian itu. Bahkan, secara berkelakar ketika itu, Bupati meminta pendapat kepada para tokoh masyarakat yang hadir mengenai rencana pemberian sanksi tersebut. Spontan, para tokoh masyarakat dan yatim piatu serta kaum duafa yang hadir setuju agar diberikan sanksi.

"Saat itu juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sanusi, mengkritik secara langsung persoalan tersebut dan mengatakan bahwa seharusnya PNS siap 24 jam," urainya Dayat.

Kata Dayat, seharusnya ada 634 orang pejabat Pemkab Malang yang harusnya hadir di acara tersebut. Ternyata yang hadir hanya sekitar 200 orang, kebanyakan yang mangkir adalah pejabat eselon III. Usai acara, itu dilakukan BAP hingga malam hari dan berlanjut hingga Sabtu dan Minggu.

"Ya memang pak Didik (Kepala BKD) juga tidak hadir saat itu. Semua kepala dinas, bagian, kantor, badan, pokoknya pimpinan SKPD diperiksa, meskipun hadir juga diperiksa, untuk mengecek anak buahnya yang mangkir itu lalai atau karena kesalahan Kepala SKPD yang tidak memberitahu," papar dia.

Dayat menambahkan para pejabat yakni Kepala SKPD yang mangkir diancam akan disanksi penundaan kenaikan pangkat dua tahun berturut-turut. Sedangkan bagi pejabat dibawahnya seperti Kepala Bidang dan Kasi penundaan pangkat selama satu tahun. "Saya sendiri termasuk yang di BAP kok, yang lolos BAP hanya ada tiga SKPD yakni Bagian Umum, Bagian Kesra dan Bagian Bina Rohani dan Mental (Bintal)," urainya.

Terpisah, Plt Kepala Inspektorat, Tridiyah Maistuti, menyatakan, pihaknya sejak Sabtu terus melakukan pemeriksaan kepada semua pejabat di Pemkab Malang. Bahkan, pihaknya sengaja lembur siang malam untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut. Rencananya pada 29 Agustus, sudah ada laporan hasil pemeriksaan kepada Bupati Malang.

"Ini perintah Sekda dari Bupati secara langsung, harapan kita segera selesai," ujar perempuan berjilbab itu.

Pantauan Malang Post, di halaman Kantor Inspektorat Pemkab Malang memang dipenuhi mobil dinas pejabat. Satu pejabat setingkat Kabid kepada Malang Post mengaku bahwa dirinya tahu sendiri situasi itu. Saat itu Bupati marah besar karena banyak PNS yang mangkir.

"Bupati benar-benar marah, saat itu Sekda langsung diperintahkan melakukan BAP, prosesnya sampai malam hari mas," aku Kabid di sebuah SKPD itu.

Ada juga Kepala SKPD yang membenarkan tindakan tegas dari Bupati atas kejadian tersebut. Resepsi HUT RI adalah acara kenegaraan dan kenyataannya memang banyak yang mangkir. "Wong yang hadir saja di BAP apalagi yang tidak hadir, pasti ada sanksi nanti," katanya saat berbincang dengan Malang Post.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs