Jelang Lebaran

Penetapan Idul Fitri Berpotensi Beda

Selasa, 23 Agustus 2011 - 07:34 WIB • Dibaca 246 kali

BLIMBING, MALANGRAYA.info – Jika penetapan awal Ramadan tidak ada perbedaan, penetapan 1 Syawal 1432 H berpotensi berbeda antara metode hisab dengan rukyatul hilal (melihat bulan baru). Bagi kalangan yang menggunakan metode hisab, 1 Syawal ditetapkan pada 30 Agustus. Bagi yang menggunakan kriteria wujudul hilal, kemungkinan besar baru pada 31 Agustus sebagai 1 Syawal.

Humas Kantor Kementerian Agama Kota Malang, M. Burhanuddin mengakui potensi perbedaan itu. Kementerian Agama pusat masih mencari kesamaan-kesamaan dalam penetapan 1 Syawal nantinya. Hanya saja, Burhan masih belum dapat memastikan terkait hal itu.

Baca Juga

"Dalam satu dua hari ini akan ada informasi terkait hal itu. Potensi perbedaan itu memang ada. Tapi, kami masih menunggu keputusan dari Kemenag pusat di Jakarta," kata Burhan kepada Malang Post, kemarin.
Pemerintah tetap akan mengacu pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan diseluruh Indonesia. Rencananya, rukyatul hilal akan dilakukan pada Senin (29/8) mendatang. Untuk wilayah Malang Raya, rukyatul hilal akan dilakukan di Pantai Ngeliyep Kabupaten Malang.

"Setelah rukyatul hilal akan ada sidang isbat yang digelar Kementrian Agama di Jakarta. Keputusan itu yang akan kami gunakan untuk penetapan 1 Syawal 1432 H," ungkapnya.

Sementara PP Muhammadiyah sendiri sudah menetapkan 1 Syawal 1432 H, jatuh pada 30 Agustus mendatang. Tidak hanya Muhammadiyah, Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Pesantren Kota Malang juga sudah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Selasa Kliwon (30/8).

Dari hasil perhitungan yang dilakukan Lajnah Falakiah PPMH, ijtimaul hilal terjadi pada Senin Wage, 29 Agustus sekitar jam 09.48 WIB. Tinggi hilal dilihat pada Senin malam selasa mencapai 3 derajat. Letak hilal berada di sebelah utara titik barat dengan keadaan hilal miring ke selatan. Lama hilal di atas ufuk mencapai 15 menit 28 detik.

"Berdasarkan istikhroj tersebut, keluarga besar PPMH berhari raya pada Selasa Kliwon atau 30 Agustus 2011. Kepada jamaah dan masyarakat dipersilahkan mengikuti atau menunggu pengumuman pemerintah," ujar Kepala Pondok PPMH, KH. M. Baidlowi Muslich dalam jadwal penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri yang ditertibkan PPMH.

Sekretaris MUI Kota Malang, H. A. Baroni menambahkan, potensi perbedaan penetapan hari raya Idul Fitri memang ada. Kalau pada awal Ramadan ketinggian hilal dari hasil hisab sudah setinggi lima derajat, pada saat rukyatul hilal sudah dapat dilihat.

Tapi, pada penetapan 1 Syawal, dari hasil perhitungan hisab, ketinggian hilal tidak sampai dua derajat. Kalau ketinggian hilal di bawah dua derajat agak sulit untuk dilihat.

"Jika ada perbedaan yang tidak dapat dihindari, umat Islam sudah dewasa dalam menyikapi perbedaan yang ada. Antar umat Islam dapat saling menghargai dan toleransi yang sangat tinggi terhadap pengunaan metode yang digunakan," ujarnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
penetapan idul fitri 2011 berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs