BOS Telat, Rehab Pakai Dana Pelelangan Ikan

Senin, 22 Agustus 2011 - 19:53 WIB • Dibaca 81 kali

Foto: beritajatim.com

SUMBERMANJING WETAN, MALANGRAYA.info – Setelah melalui rapat dewan guru, Sekolah Dasar Negeri I Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang akhirnya sepakat jika rehab bangunan ruang kelas yang nyaris ambruk, Senin (22/8/2011) siang ini segera dilakukan perbaikan.

Baca Juga

“Nunggu Dinas Pendidikan terlalu lama. Kami khawatir keselamatan siswa-siswi. Kalau tidak segera direhab malah timbul korban jiwa nanti,” ungkap Kepala Desa Tambakrejo, Sudarsono.

Dijelaskan dia, dalam kondisi yang memprihatinkan, pihak desa berikut BPD, LPMD beserta dewan guru menggelar rapat siang ini. Hasil dari kesepakatan rapat tersebut, gedung sekolah harus segera direhab. Rencana memperbaiki gedung sekolah itu, akan dilakukan saat libur lebaran nanti. Sehingga, saat siswa-siswi sudah masuk sekolah, ruang belajar mereka sudah bisa digunakan kembali.

Sudarsono mengatakan, akibat gedung sekolah tidak layak huni, sejumlah siswa terpaksa dibagi saat masuk kelas. Jam pelajaran pun juga dibagi mulai pagi hari, siang dan sore hari. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita rehab saat lebaran. Dewan guru dan perangkat desa sudah sepakat,” terangnya.

Ditambahkan Sudarsono, dana untuk merehab sekolah itu diambilkan dari dana retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap-Sendang Biru untuk Desa Tambakrejo, sebesar 0,4 persen. Meski menyalahi aturan, atas kesepakatan semua pihak untuk dunia pendidikan anak-anak pesisir pantai sendang biru, maka anggaran 0,4 persen atau sebesar Rp.10 juta terpaksa dilakukan. “Anggarannya dari dana retribusi pelelangan ikan Rp.10 juta,” ucap Sudarsono.

Terpisah, Bendahara Sekolah, Pujiningtyas mengaku jika setiap tahunnya, jumlah murid di SDN I Tambakrejo selalu meningkat. Karena sekolah ini berada di areal pesisir pantai sendang biru, sehingga banyak anak-anak penduduk dari luar wilayah yang menyempatkan sekolah di tempat ini. “Mayoritas siswanya adalah anak-anak nelayan,” paparnya.

Puji menceritakan, dengan kondisi gedung sekolah yang tidak pernah dapat bantuan perbaikan, membuat para guru kurang nyaman saat memberikan pengajaran. Lebih dari itu, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikatakan Puji masih sering terlambat alias lelet. “Kami berharap bangunan sekolah segera dibangun. Hal itu untuk keselamatan dan kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar,” kata Puji yang diamini oleh sejumlah guru-guru kelas lainnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs