Dua Penjual Petasan Cabe Diamankan

Senin, 22 Agustus 2011 - 10:14 WIB • Dibaca 176 kali

Foto: malang post

BLIMBING, MALANGRAYA.info – Dua penjual petasan cabe Sabtu (20/8) malam lalu ditangkap anggota reskrim Polres Malang Kota. Yaitu Hadi, 23 tahun, dan Irwan, 21 tahun, keduanya kos di Jalan Terusan Borobudur. Keduanya ditangkap petugas saat menjual petasan di Jalan Borobudur Malang. “Kedua tersangka ini sempat berusaha kabur, namun berhasil kami amankan," terang Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Anton Prasetyo kepada Malang Post kemarin.

Baca Juga

Selain dua tersangka ini petugas juga mengamankan barang bukti 155 bungkus petasan cabe, dan 60 bungkus petasan korek. “Satu bungkus petasan cabe isinya 6, sedangkan untuk satu bungkus petasan korek isinya 10, sehingga total seluruh petasan yang kami amankankan jumlahnya 1530 petasan," tambah Kasat.

Tertangkapnya dua penjual petasan ini tak lain berawal dari hasil penyelidikan petugas. Semula petugas mendapat informasi, jika di wilayah Pasar Blimbing ada yang menjual petasan berbahan baku bahan peledak. Informasi tersebut kemudian dikembangkan petugas dengan melakukan penyelidikan di Pasar Blimbing. “Saat melakukan penyelidikan itu kami melihat beberapa warga menyulut petasan cabe. Penyelidikan pun berlanjut, dengan mencari penjualnya. “Setelah bertanya kepada para penyulut petasan, akhirnya diketahui jika yang menjual petasan adalah dua tertersangka ini," tambah bapak satu anak ini.

Bisnis menjual petasan ini dari luar memang tidak terlihat, lantaran selain petasan keduanya juga membuka bisnis kembang api. Bukan itu saja penjualan petasan itu juga tidak dilakukan secara vulgar. Keduanya menyembunyikan petasan cabe dan korek itu di tas pinggang. Sedangkan untuk kembang api diletakkan tersangka di kios, dan dijual secara vulgar.

Tidak hanya itu, Hadi dan Irwan juga tidak sembarangan melayani orang. Dia memilih melayani orang yang sudah dikenal. “Beberapa kali anggota menyaru sebagai pembeli, tapi tidak dilayani, tapi jika ada orang yang sudah dikenal membeli tersangka langsung melayani. Dan saat melayani itulah kemudian petugas menangkap keduanya," terangnya.

Sementara itu kepada petugas, kedua tersangka ini mengaku jika bisnis petasan ini dilakukan sejak awal puasa lalu. Dan selama itu banyak orang yang membeli. Bahkan dibandingkan dengan penjualan kembang api, penjualan petasan cabe serta petasan korek ini lebih diminati warga. “Ambilnya dari Jombang, kadang kami mengambil sendiri ke sana, tapi kadang pula kami dikirimi disini," ungkap Hadi sambil mengatakan satu bungkus baik petasan cabe ataupun petasan korek semuanya dipatok harga Rp 1.000.

Sementara itu, Anton menambahkan, bahwa petasan yang dijual tersangka berbeda dengan kembang api yang memang legal. Perbedaan itu ada pada bahan baku yang digunakan untuk membuat petasan. Untuk petasan cabe bahan baku yang digunakan adalah bahan peledak, yang sangat berbahaya. “Lantaran itulah, tersangka kami kenakan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang Senjata api dan bahan peledak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," tandasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs