Posko Pengaduan THR

Pemkab Buka Empat Posko Pengaduan THR

Senin, 22 Agustus 2011 - 10:08 WIB • Dibaca 80 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Malang menambah waktu inspeksi mendadak (sidak) realisasi Tunjangan Hari Raya (THR). Disnakertrans akan memantau realisasi THR ke pabrik-pabrik sampai H-7 lebaran. Bila sebelumnya target pemantauan adalah 150 perusahaan, kini Disnaker menargetkan 200 perusahaan.

Baca Juga

Hal tersebut ditegaskan oleh Djaka Ritamtama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Malang kepada Malang Post, kemarin. Menurut Djaka, sampai saat ini target 150 perusahaan sudah tercapai sepenuhnya. Pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran realisasi THR."Sampai sekarang sudah 150 lebih perusahaan tidak ada masalah tapi pemantauan akan terus dilaksanakan sampai selesai lebaran," tegas Djaka sapaan akrabnya.

Sampai H-7 lebaran, kata dia, diperkirakan akan ada penambahan sasaran pantau sampai 50 perusahaan. Hal itu lebih sedikit ketimbang H+7 lebaran lantaran frekuensinya sudah menurun. Kendati demikian, pelanggaran yang ditemukan tetap akan ditindak sesuai dengan Undang-undang."Nanti sampai H-7 ya sekitar 200 pabrik karena frekuensi pemantauan berkurang setelah H-7," jelasnya.

Menurut Djaka bahwa sesuai Undang-Undang No 13 Tahun 2003, THR diberikan kepada karyawan yang telah bekerja maksimal satu tahun pada perusahaan swasta. Besaran THR minimal satu kali gaji karyawan dan dilakukan seminggu sebelum hari raya.

“Dinas Tenaga Kerja sudah mulai turun pada Senin tanggal 8 Agustus, kita libatkan seluruh staff," katanya.

Djaka menambahkan, target yang terpenuhi 150 perusahaan sebelum lebaran itu lantaran adanya pembagian tugas. Pihaknya menerjunkan sekitar 10 staff untuk memantau realisasi THR. Satu orang staff mendapat beban tugas untuk memantau 15 perusahaan dalam satu hari."Sasaran kita adalah perusahaan yang rentan melanggar pembayaran THR karena kondisi keuangannya," kata dia.

Selain memantau langsung ke perusahaan, Djaka juga berharap buruh pro aktif melapor. Pasalnya, saat ini sudah dibuka empat posko pengaduan THR. Empat posko itu ada di Kecamatan Singosari, Pakis, Kepanjen dan di perbatasan Kota Malang. Keempat Posko dibawah kendali Disnakertrans, SPSI, SBSI serta APSM.

Posko pertama di Perumahan Bumi Mondoroko Singosari dibuka oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Malang. Posko kedua di Desa Saptorenggo Kecamatan Pakis ditangani APSM. Ada juga posko THR di Sukun Kota Malang yang dihandle oleh Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). "Posko pengaduan juga ada di kantor Disnaker Kepanjen," tandasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs