
ILUSTRASI - Foto: antara
KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Bupati Malang Rendra Kresna berharap Pemerintah Pusat mempertimbangkan rencana moratorium (penghentian) sementara rekruitmen CPNS. Hal itu dia sampaikan dalam seminar guru SMP se Kabupaten Malang di aula STAI Raden Rahmat Kepanjen, kemarin. Pasalnya, khusus Kabupaten Malang saja, saat ini masih kekurangan tenaga pendidik.
Kata Rendra kekurangan tenaga pendidik mencapai 1.500 guru utamanya untuk jenjang SD. Rendra menegaskan bahwa Kabupaten Malang masih menghadapi persoalan besar kekurangan jumlah pendidik. Hal itu ditambah dengan fakta adanya pensiuan masal para guru pada tahun 2012 – 2013 mendatang. Yakni pensiun masal guru yang direkrut dalam proyek Inpres tahun 1973 dan 1974.
Para guru Inpres itu saat ini rata-rata telah berusia 59-60 tahun dan jumlahnya mencapai ribuan. Sehingga atas hal tersebut, kata Rendra perlu adanya kelonggaran untuk recruitment CPNS. Paling tidak harus ada upaya pemerintah pusat mengkaji ulang kebijakan moratorium (penghentian) sementara rekrutmen CPNS.
“Saya sangat mengkhawatirkan akan terjadi kemerosotan mutu pendidikan jika moratorium diberlakukan secara kaku. Mestinya pemerintah tidak gebyah uyah kondisi penumpukan PNS seperti yang terjadi di daerah lain. Analisa ini tidak pas dengan kondisi yang dialami Kabupaten Malang,” papar Bupati.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemkab Malang memprediksi bakal terjadi kolaps pada dunia pendidikan. Kabid Tenaga Teknis Dindik Pemkab Malang, Achmad Fathoni menegaskan bahwa ribuan yang guru itu berasal dari guru rekrutan Inpres 1974. Jumlahnya sesuai perkiraan Dinas Pendidikan mencapai 30 sampai 40 persen dari jumlah guru di Kabupaten Malang. Mereka kebanyakan adalah para pengajar di Sekolah Dasar Negeri yang jumlah totalnya sekitar 8000 guru.
”Jadi akan berkurang banyak, ya terang bisa kolaps mas pendidikan, harus diantisipasi,” tegas Fathoni kepada Malang Post saat itu.
Menurut dia, kondisi itu akan terjadi secara nasional, karena jumlah guru Inpres 1974 sangat banyak. Dia tak tahu secara pasti jumlah guru itu di Kabupaten Malang, namun diperkirakan diatas 1000 guru. Untuk itu maka Pemerintah Pusat harus menyetujui pengajuan dari Pemkab Malang untuk menambah kuota rekruitmen CPNS guru.
”Satu-satunya cara adalah menambah kuota pada formasi CPNS tahun depan,” saran Fathoni.
Andaikan cara itu tidak dipenuhi oleh Pemerintah Pusat maka pihaknya akan mengoptimalkan Guru Tidak Tetap. Pasalnya, Dinas Pendidikan tidak ingin proses belajar mengajar terganggu pensiun masal itu.”Jumlah yang pensiun ribuan, sekitar 1000, jumlah riil tanyakan ke BKD Pemkab Malang,” tandas dia.
http://www.malangraya.info/2011/08/22/091740/3172/pemkab-malang-pertimbangkan-rencana-penghentian-rekruitmen-cpns/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





