Target PAD Kabupaten Malang Naik 2,6 Miliar

Sabtu, 20 Agustus 2011 - 09:24 WIB • Dibaca 231 kali

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Kabupaten Malang batal memakai opsi defisit anggaran. Dalam sidang paripurna, justru dipilih opsi menaikkan pendapatan asli daerah (PAD). Padahal sebelumnya saat dibahas di Badan Anggaran (Banggar) Pemkab mengajukan defisit mencapai Rp 2,6 miliar.

Menurut Imam Safii, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Malang, opsi itu dipilih dalam paripurna. Dalam sidang tersebut, dia melihat dalam draft ternyata angka defisit sudah nol rupiah. Adapun dalam angka pendapatan ada kenaikan mencapai Rp 2,6 miliar dari usulan awal.

Baca Juga

“Dalam PAK dipilih opsi menaikkan target pendapatan asli daerah, awalnya saat dibahas di Banggar defisit mencapai Rp 2,6 miliar," ujarnya.

Tentu saja dengan perubahan tersebut, kata Imam dibutuhkan kerja keras dari instansi di Pemkab Malang. Kata dia, ada sejumlah pos pendapatan yang bakal dijadikan tumpuan untuk memenuhi target kenaikan Rp 2,6 miliar itu. Pos tersebut diharapkan mampu mendongkrak target yang ditetapkan.

“Diantaranya adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pengelolaan Stadion Kanjuruhan serta sektor pendapatan parkir," jelas dia.

Imam menambahkan, dari BPHTB saja dipatok kenaikan mencapai Rp 1 miliar. Target awal, DPPKA berani pada angka Rp 7,5 miliar tapi dalam perkembanganya ditambah antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. Kenaikan pendapatan dari BPHTB itu disebabkan segera terpenuhinya target awal.

“Juga dari sektor pengelolaan stadion yang awalnya Rp 250 juta kemudian dipatok naik Rp 500 juta," urainya.

Disamping itu juga ada kenaikan pendapatan yang diprediksi berasal sektor pendapatan parkir. Termasuk juga dari Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan yang akan menerapkan tarif city scan Rp 640 ribu.

Seperti pernah disampaikan Malang Post, Kepala Dishubkominfo Pemkab Malang Nazaruddin Selian HT mengatakan Dishub menaikkan tarif parkir baru. Meliputi tarif parkir sepeda motor, kendaraan Jumlah Beban Diperbolehkan (JBB) dibawah 3500 kg serta kendaraan JBB diatas 3500 kg.

"Untuk sepeda motor dari Rp 500 naik ke Rp 1000, kendaraan JBB di bawah 3500 kg dari Rp 1000 ke Rp 1500 sedangkan kendaraan JBB diatas 3500 kg kini menjadi Rp 3000," urai Nazar di kantornya kemarin.

Khusus untuk kendaraan JBB diatas 3500 kg, menurut Nazar dulunya terbagi dalam jenis truk dan bus atau tronton. Sebelum dipatok Rp 3000, dulunya tarif parkir truk Rp 1500, sedangkan bus dan tronton Rp 2000. "Kenaikan dengan pemberlakuan kenaikan tarif ini kita targetkan pendapatan parkir kita naik 40 persen," jelasnya.

"Kita proyeksi nanti ada kenaikan pendapatan parkir 40 persen, tahun 2010 lalu pendapatan parkir kita mencapai Rp 837 juta," imbuh Kepala Bidang Pemadu Moda Dishubkominfo M. Darwis.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
bphtb kabupaten malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs