Sindikat Togel Kalipare Diringkus

Sabtu, 20 Agustus 2011 - 09:08 WIB • Dibaca 278 kali

Foto: malang post

KALIPARE, MALANGRAYA.info – Pelaku judi togel tidak ada habisnya. Sebagai bukti, kembali Buser Polres Malang berhasil membekuk enam pelaku judi togel di wilayah hukum Polsek Kalipare, kemarin. Dari penangkapan itu, satu orang teridentifikasi sebagai pengecer, kurir dan empat pengecer. Adalah Didik Sulih, 43 tahun warga Desa perbatasan Panggang Lele-Arjowilangun, Kalipare, yang disebut-sebut sebagai pengepulnya.

Baca Juga

Sementara seorang kurirnya, Susanto, 43 tahun warga Desa Panggang Lele, Kalipare. Empat pengecer lainnya masing-masing Misuli, 52 tahun warga Desa Putukrejo, Kalipare, Suliadi, 43 tahun warga Dusun Barisan, Desa Arjowilangun, Kalipare, Ali Mustofa, 39 tahun warga Dusun Durem, Desa Arjowilangun, Kalipare dan Nahrowi, 45 tahun warga Dusun Ngembul, Desa/Kecamatan Kalipare.

Dari penangkapan keenam tersangka yang setiap minggunya berhasil mengumpulkan omzet sekitar Rp 7,5 juta itu, disita beberapa lembar rekapan, uang tunai dari penombok serta fasilitas hand phone (HP) dari pelaku. Guna pengembangan terhadap bandarnya, terhadap pelaku masih dilakukan pemeriksaan.

“Penangkapan itu dilakukan setelah anggota melakukan pengembangan di lapangan. Hasilnya, satu pengepul, seorang kurir dan empat pengecer berhasil ditangkap. Adalah pengecer Misuli, yang kali pertama berhasil diamankan anggota. Lalu, merembet ke kurir togel dan empat pelaku lain. Sayangnya, untuk bandar masih harus dilakukan pengembangan," kata Kabag Humas Polres Malang, AKP Ghaib Djumargo.

Dalam pemeriksaan empat pengecer, diketahui jika aktifitas togel yang dilakukan rata-rata berlangsung sekitar dua bulan. Sementara upah dari judi togel yang mereka lakukan, mendapatkan upah antara 20 persen sampai 25 persen dari uang hasil penjualan togel. “Saya mendapatkan upah 20 persen. Setiap buka togel, rata-rata mendapatkan jualan antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000," kata Misuli.

Berbeda dengan Misuli dan Suliadi yang mendapatkan upah 20 persen, dua pengecer lainnya yakni Ali dan Nahrowi justru mendapatkan upah 25 persen. Upah itu, belum termasuk potongan dari penombok jika tombokan angkanya masuk. “Kalau saya hanya mendapatkan upah antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000, untuk setiap kali mengambil uang yang sudah dikumpulkan oleh pengecer. Jumlah itu, kadang berubah jika penombok banyak yang dapat tombokannya," ungkap Susanto.

Lantas, kemana tombokan itu disetorkan? Didik mengaku, kalau uang itu kemudian disetorkan kepada seorang bandar di wilayah Blitar. Sistem kerjanya, dengan saling percaya dan setiap bukaan togel, selalu janjian di wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.

“Saya juga mendapatkan bagian 25 persen dari seluruh uang penombok yang terkumpul. Jumlah itu, masih ditambah dengan uang persenan penombok jika angka-angka yang dipasang masuk. Dari bandar, saya diberikan Rp 70.000. Uang itu, saya teruskan ke pengecer Rp 65.000. Selanjutnya, terserah pengecer masing-masing diberikan berapa ke penomboknya," terang Didik.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
putuk rejo kalipare berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs