Polisi Akui Kesulitan Menindak Kembang Api

Kamis, 18 Agustus 2011 - 13:48 WIB • Dibaca 852 kali

ILUSTRASI - Foto: ibnuabbaskendari.wordpress.com

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Suara kembang api yang dibarengi suara petasan di atas udara Kota Malang hampir setiap malam terdengar di Kota Malang. Sebagian warga resah dengan maraknya kembang api yang mengeluarkan suara petasan itu. Upaya kepolisian untuk segera melakukan tindakan menjadi harapan besar warga.

Baca Juga

Warga yang resah biasanya karena kaget dengan bunyi suara petasan yang cukup menggelegar. Kembang api itu tidak disulut dari wilayahnya, tapi bunyi petasan di atas udara terdengar di wilayah lain.

“Kemarin malam, di perumahan saya sempat akan adu fisik dengan warga perumahan sebelah. Pasalnya, mereka mengarahkan kembang api ke wilayah perumahan kami. Suara petasan itu terdengar di atas perumahan kami, padahal banyak anak bayi diperumahan kami. Kami minta mereka untuk tidak mengarahkan kembang api ke wilayah kami," kata Eko, warga salah satu perumahan di Malang kepada Malang Post, kemarin.

Dia berharap ada tindakan dari aparat kepolisian terhadap kembang api yang memiliki bunyi petasan di udara. Belakangan, saat Ramadan banyak warga yang menyalakan kembang api ke udara. Padahal, sesuai aturan untuk menyalakan kembang api harus memiliki surat izin lengkap dari kepolisian. “Kalau mereka tidak memiliki izin harus dilakukan tindakan," ujarnya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Agus Salim tidak dapat berbuat banyak untuk menindak warga yang menyalakan kembang api ke udara. Sesuai dengan aturan, kembang api yang ukurannya di bawah dua inci tidak perlu mendapatkan surat izin dari kepolisian. Surat izin harus dimiliki jika akan menyalakan kembang api yang ukurannya mencapai 2 inci lebih.

Dipasaran umum, kembang api yang dijual rata-rata berukuran kurang dari dua inci. Sehingga, polisi tidak dapat mengambil tindakan karena untuk menyalakannya tidak perlu izin dari kepolisian.

“Paling tinggi kembang api yang dijual pasaran umum ukurannya 1,9 inci. Kalau sampai dua inci harus mendapatkan izin dari kepolisian. Tapi, kami sudah menghimbau agar jangan sampai mengganggu orang lain saat menyalakan kembang api," ungkap Kapolres.

Himbaun itu disampaikan kepada para penjual kembang api yang menjajakan dagangannya kepada masyarakat. Kepada masyarakat juga dihimbau untuk tidak sampai mengganggu masyarakat lainnya. Apalagi, kalau kembang api itu diarahkan ke orang lain yang dapat mengganggunya.

Di Kota Malang ada lima distributor kembang api yang memiliki izin. Para penjual kembang api yang ada di kaki lima ada pinggir jalan memegang surat izin dari masing-masing distributornya. Sehingga polisi pun tidak dapat mengambil tindakan.

“Solusinya mungkin, kami akan berkordinasi dengan Disperindag untuk memantau perdagangan kembang api di pasaran. Karena yang memiliki kewenangan ada di Disperindag, mereka memiliki izin atau tidak," terangnya.

Rencananya, hal itu akan dibahas pada minggu ini juga, bersamaan dengan rapat kordinasi keamanan jelang lebaran di Balai Kota Malang nantinya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
peraturan kembang api peraturan tentang kembang api berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs