
ILUSTRASI - Foto: antara
Dalam pemaparan yang disampaikan, Kasat Lantas mengurai jika pelaksanaan rakor tersebut dalam rangka launching program Masjid Bintang dan Budal Awal. Dalam pelaksanaan dua program itu, sedikitnya 150 personil anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Malang dilibatkan di 11 pos pengamanan dan satu pos pelayanan kepada pengguna jalan.
“Total jumlah anggota yang nantinya dilibatkan dalam dua program ini adalah 560 orang. Karena dari dinas gabungan atau terkait, juga akan bergabung dalam dua program yang telah dicanangkan itu," kata Erwin.
Diterangkannya, dari 11 pos pengamanan yang akan dibangun, kesemuanya berada di titik-titik strategis. Baik itu wilayah yang rawan kecelakaan (Laka), rawan bencana dan rawan kemacetan.
“Dengan menempatkan anggota di masing-masing lokasi strategis, diharapkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi dengan maksimal. Sehingga, semua berjalan lancar," tambahnya.
Erwin mengungkapkan, untuk program Masjid Bintang akan sudah diadakan sejak H-10 Lebaran. Sementara lokasinya, berada di Masjid Jami' Sumberpucung. Sifat atau maksud dari program ini yakni memberikan pelayanan kepada pengguna jalan.
“Sementara untuk program Budal Awal, itu mulai dilakukan H-7 dan H+7 Lebaran. Ada pun sistemnya, yakni rombongan yang akan mudik lebih awal, diberikan pengamanan ke wilayah perbatasan dan diteruskan pengamanan serupa dari perbatasan tersebut ke lokasi tujuan," terang Kasat Lantas.
Seusai menggelar rakor, Kapolres didampingi Kasat Lantas bersama Sekda Kabupaten Malang, meninjau lokasi ruang trafick manejemen center (TMC). Lokasi itu merupakan pusat pemantauan kemacetan di 14 titik di Kabupaten Malang.
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.
