Warga Protes Keberadaan Repeater Di Menara Masjid

Selasa, 16 Agustus 2011 - 18:29 WIB • Dibaca 450 kali

REPEATER DI MENARA MASJID - Repeater Telkomsel yang terpasang di Menara Masjid Al Mujahidin, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Foto: beritajatim.com

PAKIS, MALANGRAYA.info – Aksi dompleng dilakukan operator seluler bertajuk Telkomsel. Ironisnya, pendomplengan itu dilakukan dengan cara memasang repeater pada menara sebuah masjid. Data yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, pendomplengan atau numpang pasang repeater dilakukan telkmosel pada Menara Masjid Al Mujahidin. Lokasi masjid sendiri berada di Komplek Perumahan Saptoraya, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Baca Juga

Kabar santer pun terdengar jika pendomplengan itu, sengaja dilakukan untuk menghindari pengurusan ijin tower yang beberapa waktu belakangan, kerap dijadikan lahan empuk sejumlah oknum Dinas Perijinan Kabupaten Malang untuk mengeruk keuntungan pribadi. Bahkan, kasus tower-tower bermasalah di Kabupaten Malang yang tidak memiliki ijin, sempat dikeluhkan pula oleh pihak Landasan Udara Abdurahman Saleh, Malang akibat mengganggu jalannya penerbangan sipil dan militer.

Akibat mendompleng menara masjid tanpa sosialisasi pada warga perumahan itulah, warga pun memprotes dan mendesak Dinas Perijinan tidak mengeluarkan ijin pada operator telkomsel sebelum ada klarifikasi dan sosialiasi pada seluruh warga perumahan.

“Kami mendesak Dinas Perijinan tidak memberikan ijin dulu. Ini kan menara masjid. Masak tiba-tiba saja di tumpangi repeater selular. Warga perumahan juga tidak diberi tahu soal ini,” ungkap Welli Tanujaya, Selasa (16/8/2011) siang ini.

Dijelaskan Welli yang juga tokoh masyarakat di perumahan saptorenggo, Masjid Al Mujahidin digunakan ibadah oleh masyarakat dari 3 RW. Jumlah Kepala Keluarga diperumahan ini sekitar 952 KK. Jika dengan tiba-tiba menara masjid ditumpangi repeater, seharusnya harus kulonuwun dan memberi tahu warga perumahan.

Hal senada juga ditegaskan Samsul Maarif. Warga saptorenggo itu menolak repeater telkomsel dompleng menara masjid tanpa sepengetahuan dari warga perumahan. “Kami mendesak ada transparasi untuk apa repeater itu berada di menara masjid. Kalau memang ingin bangun tower kan bisa cari lahan sendiri,” tegas Samsul.

Ditambahkan Samsul, pihaknya menduga ada permainan dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab dalam pendomplengan repeater ke menara masjid. “Ini jelas tidak beres. Masak menara masjid ditumpangi seperti itu. Kami harap ijinnya tidak dikeluarkan dulu sebelum ada transparansi siapa yang bertanggung jawab dalam pemasangan tersebut,” ucap Samsul.

Sementara itu, pihak pemasang repeater kabarnya sudah membayar uang sewa hingga batas waktu penyewaan 10 tahun. Nilai uang sewa yang sudah dibayarkan pada pengurus atau takmir masjid tersebut berjumlah Rp.250 juta.

Ditanya soal penyewaan hingga 10 tahun, Takmir Masjid Al Mujahidin, Sugianto membenarkan jika repeater itu memang sudah membayar sewa. Rencanannya, pihak masjid akan mengumumkan dan mensosialisasikan pendomplengan tersebut pada warga perumahan usai Sholat Idul Fitri berlangsung.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
cara memasang repeater gambar menara masjid berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs