Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS)

Bupati Keluhkan Ganti Rugi Lahan Perhutani

Senin, 15 Agustus 2011 - 16:36 WIB • Dibaca 185 kali

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Bupati Malang Rendra Kresna mengeluhkan ganti rugi yang harus dibayarkan untuk lahan milik Perhutani yang terkena proyek jalur lintas selatan (JLS) di daerah itu.

“Meski yang membayar Pemkab Malang, ternyata lahan tersebut menjadi aset negara karena lahan itu digunakan untuk jalan negara melalui proyek JLS. Padahal, nominal ganti ruginya kan tidak sedikit,” ujar Rendra Kresna di Malang, Senin.

Baca Juga

Mantan wakil Bupati Malang itu mengemukakan, anggaran untuk membayar ganti rugi lahan itu diambilkan dari APBD Kabupaten Malang yang setiap tahunnya rata-rata mencapai Rp2 miliar. Dan, anggaran sebesar itu belum termasuk untuk biaya pengganti pohon (tegakan) yang nilainya sudah mencapai Rp1,6 miliar.

Seharusnya, tegas Rendra, lahan milik Perhutani yang terkena proyek JLS itu menjadi aset Pemkab Malang karena yang membayar ganti rugi adalah pemkab, apalagi lokasinya juga berada di wilayah Pemkab Malang.

Lebih lanjut Rendra mengatakan, karena nominalnya cukup tinggi, mencapai miliaran rupiah itu, pihaknya mengajukan keringanan untuk membayar ganti tegakan maupun pembebasan lahan ke Perhutani secara diangsur.

Menurut pengakuan Rendra, Menteri Kehutanan secara lisan tidak mempermasalahkan sistem pembayaran yang diangsur tersebut.”Izin secara tertulis memang belum ada, tapi secara lisan Pak Menteri memberikan izin,” tegasnya.

Selain harus mengganti lahan milik Perhutani, lanjutnya, Pemkab Malang juga harus mengganti lahan milik masyarakat yang juga terkena proyek JLS di wilayah itu.

Lahan Perhutani di Kabupaten Malang yang dilalui proyek JLS seluas 150 hektare. Pembebasan lahan Perhutani tersebut dilakukan secara bertahap dengan anggaran dari APBD yang dianggarkan setiap tahun.

Pada tahun 2010, APBD Kabupaten Malang menganggarkan dana pembebasan lahan Perhutani sebesar Rp1 miliar untuk lahan seluas 20 hektare dan 2011 sebesar Rp2 miliar.

Proyek JLS yang melalui wilayah Kabupaten Malang sepanjang 160 kilometer tersebar di beberapa kecamatan dan 150 hektare di antaranya adalah lahan milik Perhutani.

“Kami berharap proyek JLS ini segera tuntas, agar bisa dilalui kendaraan termasuk kendaraan berat. Kalau JLS sudah difungsikan, kami yakin akses perekonomian di kawasan Malang selatan bakal tumbuh dengan pesat,” tegas Rendra.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Iwan Kurniawan
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs