Klenteng Eng An Kiong Gelar Sedekah Bumi

Senin, 15 Agustus 2011 - 07:56 WIB • Dibaca 149 kali

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Ritual sedekah bumi yang digelar pengurus Klenteng Eng An Kiong Malang, hari Minggu (14/8) kemarin, diserbu masyarakat dari Malang raya dan sekitarnya. Dalam ritual itu, pengurus klenteng membagikan 11 ribu paket beras dan mie kering kepada warga yang datang ke klenteng.

Sejak pagi, ribuan warga sudah mengepung klenteng baik melalui pintu belakang dan pintu depan. Semua warga yang sudah hadir langsung masuk ke kantong-kantong tempat berkumpul warga baik di halaman depan atau belakang klenteng. Tepat jam 09.00 WIB, pintu gerbang yang ada di depan dan belakang langsung ditutup. Hanya warga yang ada di dalam klenteng yang akan mendapatkan pembagian sembako.

Baca Juga

“Jumlah paket beras dan mie yang kami siapkan lebih banyak tahun ini. Ada sekitar 11 ribu paket beras tiga kilogram dan mie kering yang kami siapkan. Meski ada juga sumbangan dari para dermawan berupa paket bahan pokok lainnya seperti gula, terigu dan juga minyak goreng, tapi jumlahnya terbatas," kata Bunsu Anton Triyono kepada Malang Post, kemarin.

Untuk mengatur lautan manusia yang berkumpul diklenteng, pengurus klenteng melibatkan aparat keamanan mulai dari kepolisian, TNI AD, Satpol PP, Hansip dan Barisan Serba Guna (Banser) GP Ansor Kota Malang serta dari beberapa LSM yang selama ini membantu klenteng. Pihak PMI pun disiapkan untuk membantu warga yang tengah mengantre jika ada pingsan atau mengalami gangguan kesehatan lainnya.

Pasalnya, antrean warga cukup panjang. Tidak hanya orang tua, anak-anak kecil dan anak-anak bayi yang masih dalam gendongan pun ikut dibawa mengantre. Pasalnya, paket bantuan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah jiwa. Semakin banyak anak yang dibawa akan semakin mendapatkan banyak paket bantuan. Ibu hamil pun dihitung dua orang. Karena ibu hamil dihitung dua, ada saja ibu-ibu yang perutnya besar mengaku hamil untuk bisa mendapatkan tambahan paket sembako.

“Kami memang menghitung jiwa. Ibu hamil pun kami hitung dua karena ada jiwa hidup yang dibawanya. Bantuan itu sebagai kepedulian sosial kami kepada sesama," ungkapnya.

Meski sempat berdesak-desakan, para petugas yang membantu kelancaran pembagian bantuan selalu mengingatkan orang tua untuk menjaga keselamatan anak-anaknya. Khususnya anak bayi dan anak kecil. Pasalnya, orang tua yang membawa bayi kesulitan membawa bantuan yang diterimanya, karena harus menerima dua paket bantuan.

“Hati-hati bu, anaknya jangan ditindihi beras dan mie. Ayo ditata dulu jangan sampai anaknya sakit," ujar salah seorang petugas yang membantu menata bantuan warga di pintu keluar klenteng.

Awalnya, pembagian bantuan akan dimulai jam 10.00 WIB. Karena jumlah warga sudah sangat banyak sebelum jam 10.00 WIB dan sudah tidak sabar, akhirnya pembagian sembako dimajukan jam pembagiannya. Pembagian dibuka sekitar jam 09.00 WIB usai para pengurus klenteng beribadah di klenteng. Wali Kota Malang, Peni Suparto yang hadir pun ikut langsung membagikan bantuan beras kepada para warga yang sudah sejak tadi mengantre.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs