Bantuan GTT Cair Sebelum Lebaran

Rabu, 10 Agustus 2011 - 11:25 WIB • Dibaca 419 kali

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Polemik belum cairnya sejumlah item dana hibah dan bantuan sosial di Dinas Pendidikan mendapat tanggapan. Dinas Pendidikan Pemkab Malang menjanjikan sebelum lebaran dana hibah dan bantuan sosial itu bakal cair. Utamanya pencairan bantuan sosial untuk guru terpencil dan Guru Tidak Tetap (GTT).

Janji itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Malang Suwandi ketika dijumpai Malang Post saat mendamping Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Stikes Kepanjen. Suwandi sebenarnya sempat berang dengan kritikan sejumlah anggota DPRD terkait belum cairnya dana hibah yakni program rintisan wajar DIkmen 12 tahun.

Baca Juga

“Dewan harus bisa membedakan antaran tahun ajaran dan tahun anggaran itu beda, tahun anggaran mulai Januari kalau tahun ajaran mulai Juli kemarin," tegas Suwandi kepada Malang Post.

Dia juga menegaskan bahwa sebenarnya Dinas Pendidikan sudah mengajukan data pencairan ke Bagian Kesra. Dirinya juga heran, kenapa Bagian Kesra mengatakan belum ada pengajuan. Makanya karena sudah mengajukan pencairan, Suwandi berani berjanji akan cair sebelum lebaran.

"Ya dana-dana itu akan cair sebelum lebaran mas, seperti untuk GTT dan guru terpencil," imbuhnya.
Khusus untuk GTT menurut Suwandi proses verifikasi sudah kelar dan jumlah penerima cukup banyak. Begitu juga dengan guru terpencil sudah diajukan dan tinggal menunggu pencairan. Malah dana hibah seperti untuk Kwartir Pramuka sudah diajukan cukup lama.

"Kalau untuk GTT karena penerimanya banyak butuh verifikasi lagi, apalagi ada yang sudah diangkat jadi CPNS juga," katanya.

Belum cairnya dana hibah dan bantuan sosial dari Dinas Pendidikan sempat menuai kritikan dari anggota DPRD. Komisi B DPRD Kabupaten Malang yang membidangi pendidikan itu menyesalkan masalah yang seharusnya tak terjadi itu, khususnya di bidang pendidikan. Pasalnya, setiap tahun Dinas Pendidikan sudah berkutat dengan data-data penerima bantuan sosial dan hibah.

Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Komisi B DPRD Dwi Hari Cahyono kepada Malang Post, kemarin. Dwi Hari, menegaskan bahwa problem pendataan sebagai alasan keterlambatan pencairan adalah alasan klise. Itu dinilai alasan klasik untuk mengaburkan kinerja staff Dinas Pendidikan.

"Lha mereka itu ngapain aja, masak setiap tahun pendataan, seperti Guru Terpencil khan sudah ada daftar penerimanya," tegas dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Dra. Hj. Khofidah mendesak pencairan sejumlah dana yang berhubungan dengan para guru dan siswa. Kata dia kendalanya lantaran Bagian Kesra belum menerima pengajuan dari Dinas terkait yang mendapatkan jatah bantuan sosial. Ada dua dinas yang berhubungan langsung dengan dana tersebut yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Khofidah menyayangkan hal itu lantaran seharusnya mendapat perhatian.

"Kalau bisa sebelum lebaran harus sudah cair, sebagian dibutuhkan penerima untuk memenuhi kebutuhan contohnya bantuan keuangan untuk GTT," tegasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
bantuan guru 2011 berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs