Balita Bersisik dari Kasembon

Dokter: Kulit Bersisik Rohim Bukan dari Virus

Selasa, 9 Agustus 2011 - 10:28 WIB • Dibaca 1,511 kali

Balita bersisik Rohim, dalam gendongan ibunya Sulistiyorini, saat RS Dr Saiful Anwar, Senin (8/8/2011). Foto: kompas

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Rohim Wahyuni (3,5), bocah yang menderita kulit bersisik, putra almarhum Wariono (35) dan Sulistiyorini (26), warga Dusun Bocok, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sudah dibawa ke rumah sakit Saiful Anwar, Malang, Senin (8/8/2011).

Baca Juga

Ditemani sang ibu dan sejumlah kerabat, Rohim menjalani pemeriksaan awal di ruang di ruang Poli Penyakit Kulit dan Kelamin, RSSA Malang. Mereka datang dengan diantar petugas dari Puskesmas Kecamatan Kasembon. Dokter yang menangani Rohim adalah dr Arif Widiantmoko.

Menurut dr Arif Widiatmoko, berdasarkan pemeriksaan awal, kesehatan Rohim diperkirakan mengalami gangguan. Salah satunya dilihat dari berat badannya 10,9 kg, jauh dari bobot normal bayi seusianya.

“Pada kondisi bayi normal, di usia 3 tahun, seharusnya berat badannya minimal 15 kg. Makanya pasien ini akan kami periksa lebih lanjut, sehingga harus dirawat inap di sini,” kata dr Arif Widiatmoko, yang memeriksa Rohim.

Arif belum bisa memastikan berapa lama observasi terhadap bocah malang itu. Saat ini yang sedang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit penyerta di tubuh Rohim.

Menurut dokter spesialis lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, Rohim memang positif menderita penyakit genetis yang disebut Lamellar Ichthyosis atau “penyakit sisik ikan”, karena terjadi penebalan kulit.

“Penyakit ini merupakan penyakit turunan. Tidak disebabkan virus atau penularan dari lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Dokter yang bertugas sebagai staf medis fungsional (SMF) ini menyatakan, penyakit ini muncul sejak lahir. Biasanya, saat lahir bayi tersebut kulitnya seperti dilapisi plastik. “Kondisi tersebut, akan terus terjadi seumur hidup, karena penyakit genetis sulit disembuhkan,” katanya.

Selama proses rawat inap, Rohim juga akan menjalani pemeriksaan mata, serta telinga. Khusus pemeriksaan mata, difokuskan pada kondisi mata yang sulit terpejam. Sementara untuk telinga, akan dilakukan pemeriksaan oleh ahli THT, mengingat saat ini daun telinganya mengalami kontraktur atau penarikan yang disebabkan oleh penebalan kulit.

Penanganan medis yang bisa dilakukan, jelas Arif, hanyalah dalam bentuk simtomatik. Yakni penanganan terhadap keluhan pasien. Berupa, hidrasi atau penambahan kadar air pada kulit.Pelembaban kulit, dengan pemberian pelembab atau dengan minyak kelapa.

Kepada Kompas.com, Sulistyorini mengaku sudah pasrah melihat kondisi anaknya. Dia hanya membutuhkan bantuan untuk biaya rumah sakit Rohim. “Saya hanya bisa berharap, anaknya bisa sembuh dengan dibiayai Jamkesda. Kami sangat membutuhkan bantuan biaya. Selama ada di rumah sakit, kami tak ada biaya untuk kebutuhan kami. Semoga ada orang yang bersedia membantu kami,” harapnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : kompas
  • Dipublikasikan : Lukman Hakim
x close
rohim kulit bersisik dokter kulit Dr Lukman Hakim SpKK Oro Oro Dowo Klojen foto-foto balita berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs