Balita Bersisik dari Kasembon

Rohim Dirujuk ke RSU Syaiful Anwar

Senin, 8 Agustus 2011 - 16:22 WIB • Dibaca 279 kali

Foto: detik.com

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Rohim Wahyu, bayi berusia 3,5 tahun menderita kulit bersisik dirujuk ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA). Dirujuknya putra tunggal pasangan Waryono (35) dan Sulistyowati (26) diharapkan segera mendapat penanganan serius.

Baca Juga

Rohim bersama ibunya dibawa ke rumah sakit milik Pemprov Jatim itu menggunakan mobil ambulance Puskesmas Kasembon, bersama tenaga medisnya.
Setelah tiba, Rohim langsung dikirim menuju Poli Anak guna menjalani observasi, beberapa tim medis melibatkan diri dalam pemeriksaan itu.

Hasil pemeriksaan sementara Rohim mengalami penyakit genetik dan sangat sulit disembuhkan. Penanganan hanya dapat dilakukan untuk mencegah penyakit itu kambuh serta menghilangkan jaringan kulit yang rusak.

“Nama penyakitnya Lameral Iktiosis, jenis penyakit kulit karena genetik,” ujar dr Arif Widiatmoko Sp KK kepada wartawan usai memeriksa Rohim.

Dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin ini mengungkapkan, proses terapi merupakan cara efektif dan hanya bisa dilakukan terhadap Rohim. Menurutnya, ada dua cara menangani jenis penyakit itu, yakni terapi pencegahan causatic dan terapi simtomatik yakni penanganan keluhan. Seperti dehidrasi dengan pemberian air, pelembapan dengan mengolesi minyak kelapa pada kulitnya, dan menghaluskan.

“Untuk metode pencegahan causatic tak dapat dilakukan, karena perlu rekayasa genetika,” bebernya.

Ia menambahkan, warga Dusun Bocok Desa Pondokagung Kecamatan Kasembon, Malang, ini juga diwajibkan menjalani rawat inap di ruang khusus anak-anak guna memudahkan penanganan penyakit yang menimpanya sejak lahir.

Selain itu tim medis juga menunggu hasil uji laboratorium untuk mengungkap adanya penyakit penyerta lainnya, selama ini hanya diketahui kerusakan jaringan kulit Rohim mengakibatkan fungsi kelopak mata tak sempurna dan bagian daun telinga tak normal.

“Uji lab agar mengetahui apakah ada penyakit penyerta,” tuturnya.

Penyakit yang dialami Rohim ini, kata Arif, bisa diketahui sejak dini atau bayi mulai lahir, yaitu terlihat bayi seperti terbungkus plastik saat dilahirkan, dengan ciri itu bisa diduga bayi yang telah lahir membawa penyakit genetik ini.

“Penyakit ini akan selamanya dibawa pasien, hanya pencegahan yang bisa dilakukan,” ungkapnya.

Tim medis juga menggenjot pertumbuhan Rohim dengan meningkatkan berat bebannya, karena dengan usia 3 tahun Rohim hanya memiliki berat badan 10,9 kilogram, padahal di usia itu normalnya seberat 15 kilogram.

“Pertumbuhan pasien juga kita perhatikan,” ujarnya.

Sementara itu Sulistyowati ibu kandung Rohim mengaku bersyukur impian dirinya untuk putranya mendapat penanganan serius terkabul, dia berharap nantinya tercipta cara untuk menyembuhkan penyakit anaknya.

“Keinginan kami memang kesini, semoga bisa sembuh nanti,” kata ibu satu anak ini.

Dari pengamatan detiksurabaya.com Rohim masih berada di ruang kamar terima Poli Anak RSSA Malang usai menjalani observasi di ruang kulit. Tim dokter masih mencari ruang yang tepat sebagai tempat Rohim menjalani rawat inap. Rohim sendiri tak terlihat kaku berada di lingkungan rumah sakit, berada dalam gendongan ibunya balita ini tampat aktif.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : detik
  • Dipublikasikan : Lukman Hakim
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs