BI Sebar Titik Penukaran Uang

Senin, 8 Agustus 2011 - 10:46 WIB • Dibaca 2,036 kali

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Kebutuhan uang kartal baru pada bulan puasa dan lebaran 2011 diperkirakan akan mengalami peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Peningkatan ini disebabkan karena pertumbuhan jumlah penduduk dan makin tingginya kebutuhan masyarakat.

Jumlah penukar Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp 1.000 hingga Rp 20 ribu melalui loket Bank Indonesia pada momen Ramadan dan lebaran 2011 diperkirakan mencapai 7.800 penukar dengan nominal lebih dari Rp 220 juta. Angka tersebut meningkat sebesar 46,95 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga

Sementara, kebutuhan bank terhadap uang kartal pada bulan puasa dan lebaran 2011 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 975 juta atau meningkat 10 persen dari kebutuhan tahun 2010. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan kebutuhan bank tahun lalu yang hanya sebesar Rp 885 juta.

Pemimpin Bank Indonesia Malang, Totok Hermiyanto mengatakan, prediksi tersebut berdasarkan rincian prediksi kebutuhan uang yang dikirimkan oleh perbankan. Sebelumnya, BI telah melaksanakan pertemuan dengan Head Teller Bank Umum se wilayah kerja KBI Malang.

"Dari prediksi tersebut, disimpulkan bahwa kebutuhan uang kartal tahun ini akan meningkat," ucap Totok kepada Malang Post.

Untuk mengantisipasi membludaknya para penukar uang baru perbankan di wilayah kerja Kantor Bank Indonesia (KBI) Malang telah membuat beberapa skenario agar transaksi penukaran uang bisa berjalan lancar tanpa perlu ada antrian panjang para penukar.

Beberapa langkah antisipasi adalah dibuatnya MoU kerjasama dengan 19 bank umum dan 11 BPR di wilayah Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang untuk membantu melayani penukaran UPK. Masing-masing untuk BPR maksimal Rp 150 juta per minggu dan Rp 1,2 miliar per minggu untuk bank umum.

Langkah lain adalah meningkatkan distribusi uang pecahan kecil melalui peningkatan frekuensi kas keliling dari rata-rata empat kali dalam sebulan menjadi enam kali dalam sebulan.

"Penempatannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi kemampuan staf BI Malang. Kas keliling diarahkan ke pusat keramaian antara lain pasar dan pertokoan," rinci dia.

Selain menyebar lokasi penukaran uang di BU dan BPR, BI juga tetap membuka loket penukaran kantor BI. Bahkan, untuk mengantisipasi lonjakan, para petugas kasir tidak diperkenankan cuti selama bulan puasa hingga H-3 lebaran.

"Untuk penukar di Bank Indonesia, disediakan juga tenda yang bisa digunakan sebagai tempat tunggu bagi para penukar. Tenda ini bisa menampung 600 penukar," rinci Totok.

Totok menambahkan, penukaran uang untuk masyarakat umum dibatasi sebanyak Rp 4,5 juta. Dengan rincian, satu bendel Rp 20 ribu sebanyak Rp2 juta, satu bendel Rp 10 ribu sebanyak Rp 1 juta, satu bendel Rp 5.000 sebanyak Rp 500 ribu, 2 bendel Rp 2.000 sebanyak Rp 400 ribu dan satu bendel Rp1.000 sebanyak Rp100 ribu.

Pemimpin Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Martadinata, Agus Irwanto menambahkan sama seperti tahun sebelumnya, BRI telah menyediakan tempat khusus untuk para penukar uang.

Lokasi yang khusus tersebut menurut Agus dibuat agar transaksi perbankan reguler dan proses penukaran bisa berjalan lancar. "Jadi antrian penukar tak sampai mengganggu transaksi reguler," jelas pria berkacamata ini.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs