PT Sido Bangun Janji Penuhi Tuntutan Buruh

Sabtu, 6 Agustus 2011 - 06:51 WIB • Dibaca 282 kali

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Malang telah turun tangan menangani kasus pemogokan buruh di PT Sido Bangun di Kecamatan Singosari beberapa waktu lalu. Buruh dan perusahaan bertemu untuk mediasi dalam pertemuan terbatas. Kepada Disnakertrans, PT Sido Bangun berjanji akan memenuhi tuntutan buruh.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja kepada Malang Post Djaka Ritamtama, kemarin. Menurut Djaka, PT Sido Bangun akan membayar tunggakan gaji karyawan hingga lunas. Mereka menargetkan proses pelunasan bakal tuntas sampai bulan September 2011.

Baca Juga

"PT Sido Bangun menjanjikan pada bulan September tunggakan buruh akan lunas 100 persen," kata Djaka usai mengikuti sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang.

Djaka juga menegaskan bahwa utang-utang karyawan lainnya juga akan dikumpulkan. Kemudian utang itu dicicil secara berangsur sesuai dengan kemampuan perusahaan. Dijadwalkan seluruh utang perusahaan sudah terbayar sampai bulan Februari tahun 2012.

"Katanya bulan September nanti akan ada investor dari Taiwan, sehingga Sido Bangun bisa membayar karyawan," tandasnya.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, ribuan buruh pabrik plastik PT Sido Bangun di Kecamatan Singosari menggelar aksi mogok kerja. Aksi itu dilakukan lantaran pihak perusahaan dinilai mangkir dalam pembayaran tunggakan gaji sekitar 3000 buruh. Perusahaan menunggak bayaran buruh sejak minggu ketiga bulan Mei sampai Juli 2011.

Yang paling kena dampak telatnya pembayaran gaji adalah sekitar 2.600 buruh tetap harian. Ribuan buruh ini mendapat bayaran per minggu dengan besaran total setiap bulan sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten Malang (UMK) Rp 1.070.000. Bila dibagi empat minggu maka perminggu buruh mendapat bayaran Rp 265 ribu.

“Yang belum dibayar itu adalah gaji bulan Mei minggu ketiga sampai bulan Juli, kalau tahun 2010 masih punya tunggakan gaji sebanyak dua minggu," jelas salah satu buruh sebut saja Munadi kepada Malang Post.

Buruh yang lain sebut saja Kusnandar, juga mengeluhkan mekanisme pembayaran gaji. Dia menganggap perusahaan juga memotong gaji buruh karena hanya mendapat 25 persen dari jatah minggu. Bila jatah seharusnya Rp 265 ribu, ternyata pada praktiknya hanya diberikan Rp 26 ribu.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita malang raya berita pencemaran udara arema 2012 berita kriminal remaja pemain arema 2012 daftar pemain AREMA 2012 batu town square harta karun majapahit daftar pemain arema keris luk 13 pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang pilkada malang 2013 pelacuran di malang sampah anorganik karoseri adi putro arema suporter terbanyak di indonesia kerajaan singosari penemuan benda pusaka Berita kriminal pemerkosaan this is arema arema 2011-2012 nexian pad pengolahan limbah sampah limbah sampah cross ad 305 meteor cell malang sendang kamulyan daun emas ahmad bustomi nexian PAD G311 diknas malang tempat prostitusi di malang berita tentang pencemaran udara Local Blogs
Local TopOfBlogs