Dana Bagi Hasil Cukai Masih Rendah

Kamis, 4 Agustus 2011 - 08:50 WIB • Dibaca 114 kali

BATU, MALANGRAYA.info – Penyerapan keuangan dari bagi hasil cukai di Pemkot Batu, ternyata masih sangat rendah dalam tiga tahun terakhir ini. Dari dana hasil cukai dengan Pemprov sebesar Rp 5 M mulai tahun 2008 hingga 2010, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) masih sebesar Rp 3.3 M.

Kondisi itu memaksa Pemprov Jatim, harus turun tangan ke kota ini untuk mengetahui penyebab rendahnya penyerapan anggaran dari dana bagi hasil cukai itu, Rabu (3/8). Padahal dana besar tersebut, bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau pengentasan kemiskinan.

Baca Juga

Pihak Pemprov Jatim yang hadir ke Kota Batu kemarin, dari Biro Administrasi Perekonomian, Disnakersos dan Disperindag. Mereka langsung melakukan pertemuan dengan SKPD-SKPD yang mendapatkan dana hasil cukai. Dintaranya Bagian Perekonomian, Disnakersos, Humas dan Protokoler, Bappeda, Satpol PP, serta Dinkes di Ruang Bina Praja.

"Ya, kami baru menerima kunjungan dari Pemrov Jatim terkait penggunaan anggaran bagi hasil cukai itu," ungkap Kabag Perekonomian, Abdillah Alkaf kepada Malang Post.

Ada dua daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov Jatim terkait rendahnya penyerapan anggaran tersebut. Yakni selain Kota Batu, juga Kabupaten Trenggalek. Sedangkan Kota Probolinggo, meski tidak banyak memiliki pabrik rokok, namun bisa menggunakan dana tersebut untuk pendirian rumah sakit.

Sedangkan penggunaan di Kota Batu, antara lain untuk pendirian Gazebo (area merokok) di Pemkot, kantor kecamatan, Puskesmas, DPRD, beberapa kantor SKPD, serta pelayanan publi seperti Samsat dan Polres oleh Dinas Kesehatan.

Sedangkan Bagian Humas dan Protokoler, menggunakan dana tersebut untuk sosialisasi berupa himbauan larangan penggunaan cukai illegal melalui baliho maupun iklan media massa.

Diperoleh keterangan, penyerapan anggaran yang rendah itu, karena SKPD masih ragu dengan aturan penggunaan. Tahun inipun, sebagian SKPD masih menganggarkan sekitar Rp 2,5 M. Padahal bagi hasil cukai tahun 2011 ini, sebesar Rp 5,5 M.

Menurut Abdillah, penyerapan dana bagi hasil cukai yang rendah itu karena ketatnya aturan. Selain digunakan untuk gazebo atau rumah sakit, penggunaan bisa untuk pengentasan kemiskinan bagi karyawan atau mantan karyawan pabrik rokok. Sementara di Kota Apel ini, justru minim pabrik rokok sehingga penggunaannya juga jarang.

"Dulu di Kota Batu ini ada 16 pabrik rokok, meski kategori kecil. Namun sekarang sudah banyak yang mati. Kami tentu harus mencari dulu mantan-mantan buruh pabrik rokok itu, untuk dikumpulkan dan diberi pembinaan agar bisa membuka usaha," pungkas Abdillah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs