Peni Pilih Bertahan Jadi Ketua KONI

Rabu, 3 Agustus 2011 - 22:12 WIB • Dibaca 112 kali

Peni Suparto. Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Wali Kota Malang Peni Suparto memilih tetap mempertahankan jabatannya sebagai Ketua KONI setempat hingga masa jabatannya berakhir 2013 mendatang.

Baca Juga

“Sebelumnya saya sudah memprediksikan jika nantinya ada tiga opsi yang bisa dipilih terkait peraturan Mendagri bahwa pejabat pemerintahan maupun anggota Dewan dan TNI/Polri tidak boleh menjadi Ketua KONI, baik di pusat maupun daerah,” katanya di Malang, Rabu.

Tiga opsi yang disodorkan oleh Peni tersebut adalah kepala pemerintahan meletakkan jabatannya sebagai Ketua KONI dan menunjuk langsung atau melalui pemilihan sebagai pejabat yang menggantikannya.

Selain opsi tersebut, katanya, dua opsi lainnya adalah kepala atau pejabat pemerintahan mengajukan nonaktif dan yang ketiga adalah menunggu sampai masa jabatan berakhir.

“Rupanya opsi ketiga inilah yang paling banyak diusulkan. Saya sadar opsi itu juga menimbulkan pro kontra. Kalau pun ada, ya pro kontranya sedikit atau kecil-kecil saja agar tidak berkepanjangan,” tegas mantan anggota DPR RI tersebut.

Sebelumnya Peni secara tegas menyatakan bahwa dirinya siap mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum KONI Kota Malang jika aturan perundangan yang melarang sudah ada di tangannya.

Namun, perkembangan terakhir Peni justru mengikuti arus yang diusulkan Ketua Umum KONI/KOI pusat bahwa kepala daerah yang menjabat Ketua KONI di daerah maisng-masing diusulkan hingga masa jabatannya beraklhir.

Namun demikian, lanjut Ketua DPC PDIP Kota Malang itu mengaku, dirinya juga akan tetap menaati peraturan yang berlaku.”Pokoknya saya akan mengikuti arus perkembangan yang ada saja, tapi kalau sampai akhir masa jabatan ya tidak apa-apa,” ujarnya menambahkan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Surat edaran (SE) Nomor 800/2398/SJ tertanggal 28 Juni 2011 tentang Larangan Perangkapan Jabatan Pada Kepengurusan KONI dengan Jabatan Struktural dan Jabatan Politik.

SE tersebut memperkuat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penylenggaraan Keolahragaan.

Jika peraturan tersebut benar-benar diterapkan, maka banyak pengurus KONI Kota Malang yang harus meninggalkan jabatannya di KONI setempat.

Selain Wali Kota Malang Peni Suparto, Sekresatris Daerah (Sekda) Shofwan (Wakil Ketua umum I), Wakil Ketua DPRD Priyatmoko (Wakil Ketua Umum II) dan sejumlah kepala dinas atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta anggota dewan yang masih aktif.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs