Kulit Balita Asal Kasembon Ini Dipenuhi Sisik

Rabu, 3 Agustus 2011 - 13:14 WIB • Dibaca 167 kali

Rohim Wahyu, bocah malang yang tubuhnya dipenuhi sisik. Foto: detik.com

KASEMBON, MALANGRAYA.info – Rohim Wahyu, bocah berusia 3,5 tahun ini mengalami penyakit yang membuatnya tumbuh berbeda dengan balita lainnya. Putra pasangan Waryono (35) dan Sulistyowati (26), ini nyaris sekujur di tubuhnya bersisik. Diduga sisik pada kulit balita ini akibat pigmen kulit yang rusak.

Baca Juga

Namun, penyakit bocah asal Dusun Bocok RT03/RW02, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, ini belum diketahui pasti penyebabnya. Pasalnya, penyakit yang dialami Rohim tak pernah mendapatkan penanganan serius.

Menurut Sulistyowati menjelang kelahiran putranya itu, tanpa sengaja dirinya mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan air ketuban dalam rahimnya pecah. Sulis menduga kejadian itu mengakibatkan kondisi tubuh Rohim yang lahir 9 Desember 2007 ini. “Dulu saya pernah kecelakaan dan akibatnya ketuban saya pecah,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (3/8/2011).

Sulistyowati sendiri hidup hanya bersama Rohim serta ibunya Sri’ah (48), di sebuah gubuk bambu. Keputusan itu diambil pasca suami meninggal dunia. Kasembon merupakan kecamatan berada paling ujung barat dan berbatasan dengan Kabupaten Kediri.

Dia menerangkan, kondisi sisik pada tubuh Rohim akan semakin parah, jika suhu badannya naik, setelah itu sisik berwarna hitam itu akan mengelupas dan berganti baru.

“Saya kasihan jika badannya panas, karena sisik itu akan menyeluruh hingga menyebabkan gatal-gatal,” tutur ibu satu anak ini.

Sementara ditanya apakah pernah memeriksakan penyakit Rohim kepada tenaga medis, Sulistyowati mengaku pernah sekali membawa putranya ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar Malang. Di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu, dirinya hanya diberikan salep kulit seharga Rp 21 ribu.

“Hanya diberi salep, dan kami harus kembali kontrol, karena lokasi yang cukup jauh serta kendala biaya, kami tidak membawanya kembali lagi,” akunya.

Sulistyowati tak mengetahui bagaimana cata mendapatkan keringanan biaya kesehatan, karena untuk membawa putranya ke puskesmas saja dirinya kesulitan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sulis bersama ibunya hanya menjadi buruh tani. Rutinitas itu dilakukan setiap hari secara bergantian sembari menjaga Rohim.

Ia berharap segera ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan penanganan serius terhadap penyakit putranya ini. Karena dirinya khawatir penyakit itu tak kunjung sembuh hingga Rohim dewasa. “Kalau sampai besar, kasihan dia (Rohim,red), karena pasti malu,”ujarnya.

Sementara Kepala Dusun Bocok Syamsul Hadi mengatakan, kondisi keuangan menjadi kendala upaya penyembuhan Rohim. Karena untuk mendapatkan penanganan medis, Rohim harus sering dibawa ke RSSA Malang yang jaraknya cukup jauh. “Keluarga ini tak mempunyai biaya untuk pengobatan ke rumah sakit,” katanya ditemui terpisah.

Dia mengaku, telah berupaya keras memecahkan masalah yang dialami Sulistyowati, dengan meminta penanganan lanjutan kepada puskesmas pasca menjalani pengobatan di RSSA setahun lalu.

“Harusnya ada jaminan bagi warga bagi, seperti jamkesda, tapi disini tidak ada. Bagaimana kami mau mendapatkannya,” tegasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : detik.com
  • Dipublikasikan : Lukman Hakim
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs