Kasus Perampokan Tiga Hari Terakhir

Kapolres Akui Salah Prediksi

Rabu, 3 Agustus 2011 - 09:37 WIB • Dibaca 63 kali

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Dua kali wilayahnya menjadi sasaran pelaku perampokan, Kapolres Malang Kota AKBP Agus Salim pun dibuat geram.

Agus yang kemarin ditemui Malang Post usai salat Ashar kemarin, mengakui salah prediksi. Menurutnya dari data yang ada, dua TKP perampokan yaitu satu di Jalan Madyopuro Gg V RT07 RW05, Kelurahan Madyopuro Kedungkandang Senin (1/8) dinihari lalu dan perampokan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Jalan Kemantren Gg III, dinihari kemarin jauh dari prediksi petugas. Itu karena dua wilayah ini bukan menjadi target operasi pelaku.

Baca Juga

"Dari data yang kami pegang, untuk kejadian kriminal terutama saat puasa, justru dua wilayah ini sangat aman. Tidak ada satupun terjadi tindak kriminal di dua wilayah ini," kata Agus.

Tak pelak, lantaran salah memprediksi, Agus pun mulai merubah pola patroli, dan lebih banyak melakukan patroli di wilayah pinggiran. Menurut pria dengan dua melati di pundak ini, dua kejadian yang menimpa wilayah hukum Polres Malang Kota sudah sangat jelas jika pelaku mengincar wilayah pinggiran.

Selain merubah pola patroli, Agus berharap kondisi ini juga mendapat respon dari warga. Terutama dalam membangkitkan lagi ronda atau jaga malam di masing-masing wilayah rumahnya.

Menurut mantan Kapolres Bangkalan ini, keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Tapi menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, ronda malam itu merupakan cara yang sangat efektif untuk mengantisipasi terjadi tindak kriminal.

Terkait dengan kasus perampokan yang menimpa Supadi, Kapolres mengatakan pihaknya terus melakukan pengembangan. Saat ini sudah dibentuk tiga tim dengan tugas yang berbeda. Tiga tim tersebut dipimpin atau dikoordinir langsung oleh Kapolsekta Kedungkandang Kompol Darmono.

“Timnya beda-beda. Ada yang berkutat di TKP, untuk kembali melakukan olah TKP, serta memeriksa para saksi. Ada yang mencari informasi di dalam Kota Malang, ada juga yang diluar kota Malang," kata Agus lagi.

Kendati begitu, Agus mengatakan masing-masing anggota tim tidak diperbolehkan ketemu, dengan alasan hasil penyelidikan di lapangan betul-betul maksimal.

"Besok kita akan gelar. Masing-masing tim akan mempresentasikan temuannnya. Semoga saja temuan ini memberikan kami kemudahan untuk mengungkap kasus perampokan ini," tambah bapak tiga anak ini sambil mengatakan jika saat ini juga pihaknya belum mendapatkan hasil laporan dari para anak buahnya yang berada di lapangan.

Seperti yang pernah diberitakan koran ini sebelumnya selang sehari, setelah beraksi di Dusun Kreweh, Desa Gunungrejo, Singosari, dinihari kemarin delapan pelaku perampokan beraksi di wilayah hukum Polres Malang Kota. Korbannya adalah, Supadi, 45 tahun, warga Jalan Madyopuro Gg V RT07 RW05, Kelurahan Madyopuro Kedungkandang.

Tidak jauh berbeda dengan aksinya di Singosari, pelaku lebih dulu menganiaya Supadi dan istrinya Suharsih, 44 tahun, selanjutnya, pelaku yang beraksi dengan membawa senjata tajam jenis parang dan celurit ini membawa kabur uang tunai Rp 35 juta, dua motor masing-masing Honda Supra dan Yamaha Vega, dan perhiasan milik Suharsih, dan empat unit HP. "Total kerugiannya sekitar Rp 100 juta," kata Supadi kemarin.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs