Kasus Perampokan Tiga Hari Terakhir

Polisi Dibuat Gerah Perampok

Rabu, 3 Agustus 2011 - 08:50 WIB • Dibaca 279 kali

Foto: malang post

SUKUN, MALANGRAYA.info – Perampok di Malang Raya, tampaknya benar-benar ingin menantang polisi. Bagaimana tidak. Tiga hari berturut-turut, mereka menebar ancaman di tiga lokasi berbeda.

Baca Juga

Minggu (31/7), tujuh perampok beraksi di Dusun Kreweh, Desa Gunungrejo, Singosari. Disana perampok sukses membawa barang dan uang tunai total senilai Rp 65 juta.

Disusul Senin (1/8), giliran delapan perampok menyatroni Jalan Madyopuro Gg V RT07 RW05, Kelurahan Madyopuro Kedungkandang. Di rumah belantik sapi itu, perampok membawa harta sekitar Rp 100 juta.
Kemarin, bukan lagi rumah yang disatroni. Tapi sebuah puskesmas pembantu (Pustu). Lima orang rampok menggunakan senjata tajam berupa pedang, celurit dan belati, merampok Pustu Kelurahan Bandungrejosari di Jalan Kemantren Gg III, Sukun.

Rampok itu tidak membawa peralatan medis atau obat-obatan. Tapi membawa kabur harta benda milik tiga orang yang menempati rumah dinas yang bangunananya jadi satu dengan Puskesmas tersebut.

Tiga korban tersebut masing-masing, Indah Kumalasari Wulandari, 26 tahun, Wilda Ayu Febrinawati, 26 tahun, dan adiknya Lia Ananta Skripsia Mendrawati, 25 tahun.

"Indah dan Wilda merupakan bidan di tempat tersebut. Sedangkan Lia berprofesi sebagai guru yang juga tinggal di rumah dinas Pustu," terang Kapolsekta Sukun Kompol Sulistyo Nugroho kepada Malang Post kemarin.

Sementara barang-barang berharga yang berhasil dibawa pelaku yaitu tiga motor masing-masing Honda Vario nopol D 4394 XS, Yamaha Mio nopol B 6206 CLU dan Honda Supra Fit nopol W 2315 TS.

Bukan itu saja, dua Blackberry, dua HP merek Nokia dan satu HP merek Sony Ericson, satu Laptop merek Axio, satu set perhiasan perak, dan uang tunai Rp 1,5 juta, ikut dibawa kabur.

Perampokan itu terjadi sekitar pukul 01.30. Empat pelaku masuk ke bangunan Puskesmas dan satu pelaku berjaga di luar areal bangunan.

Keempat pelaku itu langsung masuk kamar Indah dan menodongkan pedangnya ke tubuh Indah yang terbangun karena kaget. Dua perampok menggunakan cadar dan meminta Indah memanggil dua penghuni lainnya, yaitu Lia dan Wilda yang berada di kamar sebelah. Setelah ketiganya berkumpul di kamar Indah, dengan nada tinggi pelaku menanyakan uang kepada para korban.

"Mana uangmu, kalau tidak diberikan kamu saya perkosa," kata pelaku saat itu. Indah, Lia dan Wilda pun sangat takut dengan ancaman para pelaku tersebut.

Ketika kawannya menodongkan senjata, dua pelaku lainnya memporak-porandakan seluruh isi kamar. Mereka mengambil barang-barang berharga yang ditemukan. Dua pelaku lainnya sibuk mengikat sekaligus membekap mulut para korban dengan kain handuk.

"Korban tidak sampai dipukul atau dianiaya. Hanya sempat diancam akan diperkosa jika tidak memberikan barang yang diminta pelaku," kata Kapolsek lagi.

Sekitar 30 menit pelaku beraksi di dalam bangunan Puskesmas tersebut. Selanjutnya, dengan cepat pelaku mengambil kunci motor, sekaligus STNK, dan kemudian membawa kabur tiga motor tersebut. Yang menarik, saat mengambil kunci dan STNK motor, pelaku sepertinya sudah tahu tempat menyimpan kunci dan STNK. Padahal, kunci dan STNK diletakkan di tempat yang berbeda. Hal inilah yang membuat para korban ini curiga, jika salah satu diantara pelaku adalah orang yang kesehariannya berada di areal Pustu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang Enny Sekar yang kemarin langsung datang ke lokasi kejadian mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Terlebih keberadaan Pustu sendiri sangat membantu masyarakat.

"Kantor ini adalah kantor pelayanan, yang diperuntukkan kepada masyarakat. Harusnya masyarakat menjaga, bukan malah mengusik," kata Enny.

Enny juga mengatakan, jika dua bidan yang menjadi korban itu sendiri sudah satu tahun ini berada di Puskesmas. Selama ini, dua bidan tersebut sudah banyak membantu masyarakat, baik dalam soal persalinan maupun kontrol kehamilan. Hanya saja, karena adanya kejadian tersebut, Enny pun was-was, untuk menempatkan bidan di tempat tersebut.

"Kondisi korban semuanya shock. Itu sebabnya beberapa hari ini saya memberikan libur untuk pelayanan malam. Kedepannya kami juga akan lebih berhati-hati lagi, sekaligus meningkatkan pengawasan," tandas Kadinkes.

Disinggung apakah harta benda itu akan diganti? Enny hanya tersenyum. "Saya sudah membuat laporannya ke pimpinan. Jika mengganti ini yang belum terpikirkan," tandas Enny.

Sementara kemarin, tiga korban memang terlihat shock. Usai menjalani pemeriksaan di Polsekta Sukun, ketiganya pun bergegas menuju Pustu. Bukan untuk memberikan pelayanan, namun tiga bidan ini langsung berkemas-kemas, untuk pulang kampung. Seluruh harta benda yang tersisa di kamar masing-masing dibawa pulang, termasuk kulkas dan televisi.

Meskipun enggan memberikan keterangan kepada wartawan, namun ketiga korban ini mengaku sangat takut dan was-was, jika harus tinggal di Puskesmas. Terlebih tidak ada satu pun petugas keamanan yang berjaga.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
perampokan di malang perampokan malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs