Gelapkan Uang Nasabah, Wakil Pimpinan KSP Dibekuk

Selasa, 2 Agustus 2011 - 08:08 WIB • Dibaca 284 kali

Foto: malang post

PAKIS, MALANGRAYA.info – Diberi jabatan sebagai wakil pimpinan bukannya bersyukur, Muhammad Khoirul, 31 tahun, warga Dusun Bamban, Desa Asrikaton, Pakis ini justru malah memanfaatkannya dengan berbuat curang. Dia menggelapkan uang di tempatnya bekerja di Koperasi Simpan Pinjam Karya (KSP) Tani Cabang Pembantu Kepanjen, hingga totalnya sekitar Rp 300 juta.

Baca Juga

Namun begitu perbuatannya terbongkar dan dilaporkan polisi, sejak akhir pekan kemarin Khoirul pun harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Dia ditangkap petugas di rumahnya, ketika sedang duduk ngobrol dengan anak dan istrinya.

Sebagai barang bukti kejahatannya, petugas mengamankan ratusan buku promes nasabah fiktif serta lembar catatan nasabah yang namanya dicatut oleh tersangka. “Barang bukti tersebut, kami amankan di laci meja tempat tersangka bekerja dulu," ungkap Kasubag Humas Polres Malang, AKP Gaib Djumargo.

Menurut Khoirul, penggelapan uang yang dilakukannya tersebut terjadi sejak Juli 2009 lalu. Itu berawal ketika Khoirul yang semula bekerja dibagian penagihan, diangkat menjadi wakil pimpinan Koperasi Simpan Pinjam Karya Tani, di Jalan Sidorukun, Desa Ngadilangkung, Kepanjen.

Saat mulai dijabatan baru itu, Khoirul dituntut harus menyelesaikan tanggungannya saat dibagian penagihan.

“Saat itu ada tanggungan sekitar Rp 900.000. Tanggungan itu karena ada tiga nasabah yang mengalami kredit macet," ujar Khoirul.

Lantaran bingung untuk menutupi tanggungan itu, akhirnya Khoirul memasukkan dua nama nasabah fiktif untuk mengajukan kredit. Dimana uang pengajuan itu untuk menutupi tanggungannya itu. Setelah tanggungan tertutupi, Khoirul bingung lagi untuk membayar kredit dua nama nasabah fiktif yang diajukan pertama.

Akhirnya, agar uang bisa terus berputar dia lalu mengajukan kredit nasabah fiktif dengan model gali lubang tutup lubang, hingga jumlah daftar nasabah fiktif yang diajukan ke koperasi sampai 301 nama nasabah.

Daftar nama-nama serta identitas nasabah fiktif itu sendiri, diakui didapat dari nasabah lama yang tidak meneruskan kredit. Dari sebanyak 301 nasabah fiktif yang diajukannya itu, nilai total kreditnya sekitar Rp 300 juta. Namun, diakui dari Rp 300 juta itu, uang yang dinikmati hanya sekitar Rp 25 juta saja.

“Uang Rp 25 juta yang saya pakai itu, sebagian dipinjam oleh teman saya. Sedangkan sebagian lagi habis untuk membeli HP dan kebutuhan keluarga," tutur Khoirul.

Terbongkarnya perbuatan Khoirul ini sendiri, bermula dari nasabah fiktif yang diajukan Khoirul banyak yang mengalami kredit macet. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata para nasabah itu mengaku sama sekali tidak pernah mengajukan kredit baru. Dari situlah, akhirnya pimpinan Koperasi, M Heri Komar, 36 tahun, mencurigai Khoirul yang kemudian memanggilnya.

Saat ditanya Khoirul memang mengakui semuanya. Namun, karena saat diberi waktu untuk mengembalikan tidak bisa Khoirul akhirnya dilaporkan ke petugas Polres Malang, hingga diamankan akhir pekan kemarin.

“Laporan pihak Koperasi sebenarnya pada Desember 2010 lalu. Namun, karena kami butuh waktu penyelidikan serta memeriksa saksi-saksi, baru Minggu lalu tersangka kami tangkap," tegas Gaib Djumargo.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs