Kompleks Pelacuran di Malang Tutup Total

Senin, 1 Agustus 2011 - 16:48 WIB • Dibaca 4,382 kali

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Komplek pelacuran yang ada di Kabupaten Malang, Senin (1/7/2011) siang ini dinyatakan tutup total. Tutupnya tempat Pekerja Seks Komersial (PSK) mencari rupiah itu guna menghormati Bulan Suci Ramadhan. Juga, desakan dari Aparat Kepolisian dan Satpol PP Pemkab Malang, menjadikan seluruh lokalisasi yang ada di wilayah ini, mengehentikan aktivitasnya.

Menurut Sri Wahyuningsih, Pedagang Makanan di Lokalisasi Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Senin (1/8/2011) siang mengatakan, sudah sejak 7 hari sebelum memasuki puasa ramadhan, dirinya sudah berhenti menjual nasi di kawasan komplek pelacuran. “Kami sudah tutup sejak 26 Juli 2011 lalu, mas. Seluruh penghuni komplek termasuk PSK nya banyak yang pulang kampung. Sebulan penuh, komplek di slorok memang tutup,” terangnya.

Baca Juga

Hal sama juga diungakpkan Sekretaris Komite Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Malang, Adi Purwanto. Dari hasil sidak KPA hari ini, Komplek Lokalisasi Suko, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang sudah sejak dua hari lalu tutup.

“Kami sudah cek langsung. Komplek di suko tutup. Pekerja seks disana banyak yang sudah mudik lebih dulu. Mereka tahu diri dan menutup aktivitasnya selama bulan ramadhan ini,” papar Adi.

Dijelaskan Adi, PSK di Suko berasal dari Malang dan wilayah Blitar. Kompleks Suko, memilih tutup total karena desakan dari Pemkab dan Kepolisian agar tidak beroperasi selama bulan ramadhan. Namun begitu, selepas ramadhan berlalu, mereka biasanya akan kembali lagi ke komplek. “Biasanya seperti itu. Kembali lagi setelah lebaran. Kami berharap PKS tidak terjun kembali ke lokalisasi. Karena risiko penyebaran penyakit HIV/AIDS-nya sangat besar,” katanya.

Menanggapi tutupnya komplek pelacuran di Kabupaten Malang, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang, tegas mengatakan, jangan menutup tempat-tempat pelacuran dengan dalih Bulan Ramadhan. “Bulan Ramadhan itu sudah terhormat. Kalau menutup komplek pelacuran dengan dalih menghormati bulan ramadhan, itu stigma keliru yang harus dihapuskan,” ungkapnya.

Purnomo menambahkan, Kalau ingin menegakkan aturan, komplek pelacuran juga jangan boleh buka setelah ramadhan lewat. Itu baru namanya menegakkan aturan dan syariat. Kalau kemudian komplek ditutup sebulan penuh, lalu mereka kembali lagi beroperasi, ada stigma keliru bertahun-tahun yang seharusnya, menjadi renungan kita bersama.

“Bicara PSK dan lokalisasi sangat komplek. Mereka, tanggung jawab pemerintah, ulama dan masyarakat. Tanpa tiga elemen itu, mustahil mengikis jumlah PSK yang tiap tahunnya, selalu bertambah,” terangnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
pelacuran di malang tempat prostitusi di malang tempat pelacuran di malang pelacur malang komplek pelacuran tempat lokalisasi di malang prostitusi di malang tempat pelacuran di kota malang pelacur kota malang tempat prostitusi di kota malang komplek suko tempat prostitusi malang pelacur di malang tempat pelacuran malang lokalisasi kota malang tempat pelacur di malang tempat prostitusi di batu malang persema pelacur di kota malang berita malang raya berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 berita kriminal remaja daftar pemain AREMA 2012 batu town square daftar pemain arema harta karun majapahit keris luk 13 pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang pilkada malang 2013 pelacuran di malang sampah anorganik karoseri adi putro arema kerajaan singosari suporter terbanyak di indonesia this is arema arema 2011-2012 penemuan benda pusaka Berita kriminal pemerkosaan nexian pad pengolahan limbah sampah limbah sampah cross ad 305 ahmad bustomi sendang kamulyan nexian PAD G311 meteor cell malang diknas malang daun emas tempat prostitusi di malang berita tentang pencemaran udara Local Blogs
Local TopOfBlogs