Petani di Malang Belum Tertarik Pupuk Organik

Senin, 1 Agustus 2011 - 16:30 WIB • Dibaca 166 kali

PONCOKUSUMO, MALANGRAYA.info – Penggunaan pupuk organik di Kabupaten Malang oleh petani hanya 15 persen saja. Minimnya petani menggunakan pupuk organik, terjadi akibat Pemkab Malang kurang bisa melakukan sosialisasi langsung pada petani tentang manfaat pupuk organik.

“Pemkab setengah hati. Tidak adanya sosialisasi dalam penggunaan pupuk organik, membuat petani banyak yang memakai pupuk anorganik atau pupuk kimia,” ungkap Ketua Paguyuban Kelompk Tani (Gapoktan) Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Syaiful Asyari, Senin (1/8/2011) siang ini.

Baca Juga

Ditegaskan dia, sosialisasi yang kurang terkait keunggulan pupuk organik, membuat petani lebih memilih pupuk kimia. Namun begitu, ada pula petani yang masih memakai pupuk organik meski jumlah mereka sangat kecil.

Syaiful mengatakan, pupuk organik sengaja ditinggalkan petani karena memang, petani tidak tahu menahu soal kandungan unsur apa yang ada dalam pupuk organik. Lebih dari itu, mereka lebih tertarik menggunakan pupuk kimia karena tahunya memang pupuk tersebut.

“Petani itu cenderung turun temurun. Soal pupuk pun begitu. Dari keluargannya kalau pakai pupuk kimia yang pupuk itu terus. Disinilah fungsi daripada sosialisasi pupuk organik agar ada perubahan pola pikir dalam hal cocok tanam,” terangnya.

Diuraikan Syaiful, pupuk organik sebenarnya cukup baik untuk kontur tanah pertanian dan memberikan kesuburan sangat bagus. Namun, karena Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang jarang memberikan sosialisasi tentang manfaat pupuk organik, membuat petani jadi enggan berpaling dari pupuk kimia menuju pupuk alami itu.

Menurut Syaiful, Gapoktan adalah fasilitator bagi Pemkab Malang. Tugasnya, hanya membantu para penyuluh lapangan dinas pertanian dalam memberikan sosialiasasi ke petani. Saat ini, harga pupuk organik mencapai Rp.70.000 per kwintalnya. Harga ini sebenarnya jauh lebih murah dibanding pupuk kimia macam urea yang harganya diatas Rp.180.000 per kwintalnya.

“Pupuk organik sangat bagus dan tidak merusak tanah. Harganya pun cukup murah sebenarnya. Petani enggan memakai pupuk organik karena memang tidak pernah mendapat sosialisasi langsung manfaat daripada pupuk alami itu,” pungkasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs