Buang Sampah Sembarang, Denda 200 Ribu

Senin, 1 Agustus 2011 - 10:42 WIB • Dibaca 124 kali

PAKIS, MALANGRAYA.info – Strategi warga Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis dalam menjaga kebersihan lingkungan patut ditiru. Warga memasang ancaman denda Rp 200 ribu bagi orang yang membuang sampah di sungai Bunut Kidul. Ancaman itu diberlakukan lantaran sungai itu kerap menerima sampah kiriman dari orang tak bertanggungjawab.

Papan bertuliskan “Dilarang Membuah Sampah Disini. Denda Rp 200.000" tertempel di jembatan desa. Sejak aturan itu diberlakukan, kini sungai Bunut Kidul bersih dari sampah domestik. Warga Dusun Bunut Kidul Desa Asrikaton sendiri juga tak serampangan membuang sampah.

Baca Juga

"Sejak ada papan ini, tak ada yang buang sampah sembarangan di sungai, warga sendiri juga pikir-pikir mau buang sampah di sungai, ada yang sungkan dan sebagaian besar menuruti aturan itu," ujar Almif, warga Dusun Bunut Kidul, Desa Asrikaton, kemarin.

Kata Almif, pemasangan papan aturan itu adalah inisiatif warga sendiri, mereka gerah dengan kondisi sungai. Selama ini banyak pengendara kendaraan bermotor mulai mobil dan sepeda membuang sampah sembarangan. Kadang pengendara itu membawa kresek dan membuang sampah di sungai.

"Kebanyakan berisi sampah rumah tangga ada juga yang berisi bekas pampers bayi," akunya.

Sampah-sampah itu sangat mengganggu warga, sebab sebagaian besar warga setempat masih memanfaatkan sungai untuk keperluan mandi cuci kakus (MCK). Melalui kesepakatan akhirnya muncul ide denda Rp 200 ribu. Sejak papan itu dipasang, ternyata warga belum menangkap seorangpun pencemar lingkungan.

“Yang mengawasi penegakan aturan itu ya warga sendiri, seluruh desa ikut mengawasi," bebernya.

Sejak ada papan peringatan tersebut, menurut Almif mengurangi pembuangan sampah di sungai itu. Maklum seluruh warga ikut mengawasi dan papan itu bertengger di jembatan jalur antar kecamatan.

“Kalau ada yang tertangkap basah membuang sampah di sungai, rencananya kami akan undang media massa," imbuh Almif.

Warga sendiri, kata dia saat ini membuang sampah melalui truk yang keliling tiga hari sekali. Truk sampah itu milik Dinas Cipta Karya yang mengangkut sampah warga mulai Desa Mangliawan sampai ke Desa Asrikaton.

Terpisah, Ir. Romdhoni, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Malang mengaku belum mendengar mengenai aturan tersebut. Namun dia menyatakan apresiasi khusus bagi kiprah warga Asrikaton itu. Romdhoni mengaku salut dan mengatakan bahwa aturan itu harusnya ditiru desa lainnya.

“Setiap warga memiliki inisiatif sendiri untuk menjaga kebersihan lingkungannya, seperti halnya di Desa Asrikaton ini sebagai bagian dari peran serta masyarakat," beber Romdhoni.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs