Rampok Berpistol Satroni Rumah Blantik Sapi

Senin, 1 Agustus 2011 - 07:55 WIB • Dibaca 104 kali

SINGOSARI, MALANGRAYA.info – Hanya sehari menjelang Ramadan, tindak kejahatan masih terus terjadi. Kali ini menimpa pasutri Sugianto (26) dan Sumiarsih (28). Warga Dusun Kreweh RT22 RW06, Desa Gunungrejo, Singosari ini, menjadi korban perampokan, dinihari kemarin.

Tujuh perampok dengan penggunakan pistol dan celurit menyatroni rumah blantik sapi ini. Meski tidak sampai membawa korban, namun perampok berhasil membawa kabur uang tunai dan perhiasan. Total sekitar Rp 65 juta yang diboyong perampok tersebut.

Baca Juga

Bukan itu saja, leher Sumiarsih juga ikut tersayat celurit ditambah tubuhnya lebam terkena pukulan perampok. Pun dengan sang suami yang sempat ditodong pistol di kepala, tubuhnya juga lebam-lebam.

"Tadi (kemarin, Red.) saya sudah lapor dan langsung diperiksa. Pak polisi juga sudah datang untuk melihat kondisi rumah saya dan melakukan penyelidikan," terang Sugianto kepada Malang Post kemarin.
Diceritakan Sugianto, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30. Diduga tujuh rampok itu masuk dengan cara mendobrak pintu belakang. Hal itu terlihat dari rusaknya engsel pintu.

Berhasil masuk, empat pelaku menuju ke kamar korban. Tiga lainnya berjaga di luar kamar. Semuanya menggunakan topi, sehingga Sugianto tak bisa leluasa melihat raut muka perampok. Tanpa banyak bicara, mereka juga mengancam pasutri tersebut.

"Satu orang membawa pistol, pucuknya diletakkan di kepala saya. Satu orang lagi membawa parang yang dikalungkan ke leher," terang Sugianto. Dia tidak bisa bergerak. Terlebih setelah dua rampok lainnya mengikat tangan serta kaki dan melakban mulut Sumiarsi dan Sugiarto.

"Saya melihat pelaku membawa istri keluar kamar. Sempat saya ingin berontak, namun ternyata saya malah dipukuli," terang Sugiarto.

Namun karena Sugiarto tidak mau menunjukkan tempat uang mereka disimpan, perampok terus menyiksa. Mulai memukul sampai melukai dengan senjata tajam. Hanya saja, meski beberapa perampok menyabitkan senjatanya, Sugiarto mengaku tidak terluka. Hanya lebam-lebam saja. Karena itulah, Sugiarto tetap tak mau menunjukkan tempat penyimpanan uang. Sampai dia dibuat tak berkutik dan terjatuh di lantai.

Dengan membabibuta, perampok mengobrak-abrik rumah Sugiarto. Hampir seluruh isi lemari dikeluarkan. Disanalah perampok menemukan uang tunai Rp 30 juta dan sejumlah perhiasan berupa kalung serta gelang total 15 gram milik Sumiarsih.

Tidak puas telah mengantongi uang serta perhiasan, satu pelaku juga memeriksa pakaian korban yang digantungkan di pintu. Kembali uang tunai Rp 5 juta, berhasil ditemukan dan ikut dibawa kabur.

Masih juga belum puas. Kali ini sasarannya toko klontong milik korban. Di toko tersebut pelaku menguras seluruh dagangan yang ada. Tak hanya rokok, pelaku juga membawa kabur bumbu dapur dan alat-alat kecantikan. Bonusnya, perampok membawa kabur motor Mio warna hijau milik korban, yang saat itu diletakkan di dapur.

"Enam pelaku kabur ke timur dan satu pelaku yang membawa senpi kabur ke barat dengan mengendarai motor," kata Sugianto lagi.

Beruntung, motor miliknya itu tidak berhasil dibawa kabur. Pelaku yang kesasar di tegalan, memilih meninggalkan motor, setelah beberapa kali memuntahkan timah panas kepada warga yang berusaha mengejarnya.

"Setelah rampok pergi, istri saya melepaskan ikatannya, dan kami meminta tolong warga. Kami sempat mengejar sampai tegalan. Tapi kami tidak berani mendekat karena rampok itu menembakkan pistolnya. Dia hanya meninggalkan motor saya dan berlari kabur," tandasnya.

Sayang karena tidak bersenjata, warga memilih membiarkan perampok kabur. Warga takut jika timah panas itu mengenai mereka.

Sedang polisi setelah mendapat laporan, dipimpin Kapolsek Singosari Kompol Hariyono, melakukan olah TKP, sekaligus memeriksa para saksi. Polisi menduga, aksi perampokkan itu melibatkan orang dalam. Indikasinya, polisi menemukan goresan mirip tanda panah yang ditemukan di balik pintu belakang rumah korban yang dijebol pelaku. Tanda panah itu tepat dibalik engsel pintu yang jebol.

"Ini yang masih kita selidiki. Kami belum bisa berandai-andai. Anggota juga masih di lapangan," terang Kapolsek.

Selain itu, polisi yang mendapat informasi perampok datang menggunakan mobil, mendapatkan jejak mobil itu diparkir sekitar 300 meter dari rumah korban.

"Ada yang melihat mobil Daihatsu Xenia parkir. Warnanya gold, mungkin itu kendaraan pelaku," kata Sugianto lagi. Sayang tak satupun melihat nopol mobil tersebut.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs