Rampok Berclurit Jarah Rumah Petani Miskin

Minggu, 31 Juli 2011 - 16:35 WIB • Dibaca 125 kali

TIRTOYUDO, MALANGRAYA.info – Memasuki bulan suci Ramadhan, aksi perampokan di Kabupaten Malang menjamur. Ironisnya, Polisi kesulitan menangkap pelakunya. mengingat, sampai akhir Juli 2011 ini, sudah terjadi 10 kali kasus pencurian dengan kekerasan serta pemberatan yang terjadi diwilayah Kecamatan Tirtoyudo.

Perampokan disertai kekerasan dari pelakunya terakhir kali menimpa Aminah (45), warga Desa Ampelgading RT2/RW1, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Buruh tani miskin yang tinggal berdua dengan anak semata wayangnya berumur 3 tahun, Jumat (29/7/2011) dinihari menjadi korban aksi perampok.

Baca Juga

Meski tak punya harta benda bernilai tinggi, Aminah pun terluka akibat sabetan celurit pelaku, mengenai jari-jari tangannya. “Kami ditodong celurit. Karena takut, saya sempat menangkisnya hingga terkena jari tangan,” papar Aminah, Minggu (31/7/201).

Dari data yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, Aminah tinggal berdua dengan anak semata wayangnya. Suami Aminah sendiri, bekerja ke luar kota didaerah Sidoarjo menjadi buruh bangunan dan serabutan. Praktis, Aminah terpaksa menjadi tulang punggung dirumah dengan bekerja sebagai buruh tani.

Pada dinihari saat kejadian berlangsung, Aminah lelap tertidur bersama anaknya. Mendadak, ia dikejutkan dengan suara dobrakan pintu. Suara gaduh itu dianggapnya kucing. Hanya saja, ketika dilihat dan terbangun dari tidurnya untuk keluar kamar, Aminah langsung ditodong celurit.

Aminah pun kaget. Pelaku bersenjata itu langsung meminta perhiasan berupa kalung. Karena tidak punya perhiasan emas, Aminah pun menjawabnya tidak punya kalung. Dibawah todongan celurit, pelaku juga minta agar Aminah menyerahkan seluruh harta bendanya. Aminah akhirnya merelakan uang Rp 200.000 hasil menjadi buruh tani selama sebulan lebih.

Namun, karena todongan celurit didekatnya pelaku, Aminah sempat menangkisnya. Pelaku pun mengira jika Aminah melawan. Sehingga, jari tangan Aminah tertebas tajamnya celurit milik perampok.

Menurut Fatimah, tetangga korban saat kejadian berlangsung, tidak mendengar suara gaduh sama sekali. Warga baru tahu jika korban baru saja disatroni perampok setelah Aminah keluar rumah dan berteriak minta tolong.

“Warga akhirnya datang kerumah korban setelah dia teriak minta tolong. Lukanya ada di jari jempol terkena sabetan celurit,” ucapnya.

Dijelakan Fatimah dan warga setempat, sudah ada 10 kasus pencurian dengan kekerasan dan pemberatan yang dialami warga setempat. Warga sudah melapor kejadian itu ke Pamong Desa. Tapi, sampai kini belum ada tindakan dari aparat kepolisian setempat untuk mencegah maraknya aksi perampokan selama bulan ini.

“Sebulan ini, sudah ada 10 kejadian perampokan mas. Kami minta polisi bisa menangkap para pelakunya. Kasihan warga karena dibuat cemas dengan maraknya kasus perampokan ini,” kata Fatimah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs