Pelaku Penganiayaan Diberondong Tembakan

Minggu, 31 Juli 2011 - 07:31 WIB • Dibaca 79 kali

TIRTOYUDO, MALANGRAYA.info – Bak penggrebekan sarang teroris, penangkapan DPO penganiayaan di Desa Taman Satrian, Tirtoyudo, kemarin siang berlangsung dramatis. Polisi harus mengerahkan kekuatan penuh untuk menangkap Sugeng alias Gandon, 39 tahun, warga setempat. Pasalnya selain berontak, Sugeng juga meminta bantuan warga untuk melawan polisi. Namun, berkat kesigapan dan banyaknya petugas yang melakukan penangkapan, Sugeng, akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah sebelum berusaha kabur ke hutan.

Sugeng ditangkap setelah petugas mengeluarkan beberapa tembakan peringatan ke udara. Selanjutnya dengan kondisi tangan diborgol, Sugeng lalu digelandang ke Mapolres Malang. Selain Sugeng, dalam penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Malang, AKP Hartoyo dan Kapolsek Tirtoyudo, AKP Kamsidi itu, petugas juga mengamankan Hermanto, 30 tahun, warga setempat. Hermanto ditangkap karena berusaha menghalang-halangi penangkapan petugas dengan membawa senjata pentungan.

Baca Juga

“Hermanto itu ikut kami amankan, karena dia menyerang dan menghalangi kerja kami. Saat ini keduanya masih akan kami periksa terlebih dahulu," ungkap Hartoyo.

Informasi yang diperoleh, penangkapan Sugeng ini, berdasarkan laporan dari Nur Yasin, 26 tahun, adik iparnya. Dalam laporannya pada 20 Januari lalu itu, warga asli Desa Srimulyo, Dampit yang tinggal di rumah istrinya di Desa Taman Satrian, Tirtoyudo ini, mengaku telah dianiaya oleh Sugeng, hingga mengakibatkan wajahnya babak belur.

Penganiayaan yang terjadi di Desa Taman Satrian, di rumah Sugeng sendiri, waktu itu berawal dari kesalahpahaman. Sugeng saat itu mengabari adiknya Riyanti (istri Nur Yasin) bahwa kakak iparnya (istri Sugeng, yaitu Winarsih) telah melahirkan. Kabar bahagia itu dikirim lewat SMS di HP Riyanti.

Mendapatkan kabar itu, sekitar pukul 14.30 Riyanti bersama suaminya Nur Yasin, lalu mendatangi rumah Sugeng. Begitu tiga, kepada Sugeng, korban mengatakan kenapa tidak mengabari dirinya langsung karena Nur Yasin sebagai kepala rumah tangga, terlebih Winarsih sendiri juga kakak kandung Nur Yasin.

Mendengar perkataan Nur Yasin itu, Sugeng yang tersinggung langsung naik pitam. Dia lalu menyeret tubuh korban ke ruang tamu yang kemudian menghajarnya dengan tangan kosong, hingga wajah Nur Yasin babak belur.

“Sebelum kasus penganiayaan itu dilaporkan kepada kami, Nur Yasin sebetulnya berharap ada penyelesaian secara kekeluargaan, dengan mengharapkan Sugeng minta maaf. Tetapi karena Sugeng tidak mau, meski sudah dibujuk oleh perangkat desa, akhirnya korban terpaksa melaporkannya kepada kami," terang Kapolsek Tirtoyudo, AKP Kamsidi.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs