Bunuh Istri Karena Cemburu

Mendra Diancam Hukuman Seumur Hidup

Sabtu, 30 Juli 2011 - 13:54 WIB • Dibaca 243 kali

Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Hingga tadi malam kondisi Mendra, 30 tahun, pria asal Padang yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, Rini Astuti, 28 tahun belum bisa dimintai keterangan. Itu karena pria yang kontrak di Jalan Sumbersari Gang IV, Lowokwaru ini, masih dirawat intensif tim medis RSSA Malang.

Baca Juga

Dibandingkan hari pertama Jumat (29/7) lalu, kondisi Mendra memang sudah jauh lebih baik. Hanya saja, tim medis RSSA belum mengizinkan petugas melakukan pemeriksaan.

“Kondisinya memang sudah membaik, namun saat ini masih recovery,” terang Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Anton Prasetyo saat dihubungi Malang Post tadi malam.

Anton menyebutkan, Mendra mengalami luka parah di tangan kirinya akibat sayatan benda tajam. Sayatan itu mengakibatkan urat nadi Mendra terputus.

“Kondisinya sadar dan sudah bisa diajak bicara, namun masih lemah. Daripada nantinya terjadi apa-apa lebih baik menunggu saja, hingga kondisi tersangka betul-betul baik dan bisa dimintai keterangan,” tambah Anton.

Secara lisan, Anton mengaku jika Mendra sudah memberikan keterangan dan mengakui perbuatannya. Menurut Mendra dia nekat mengakhiri hidup istrinya lantaran jengkel, tidak memperbolehkan menikahi Sisil (WIL Mendra, Red.) secara siri.

Mendra juga mengatakan, jika pagi hari itu dia sudah berencana untuk mati bersama, dengan membunuh istrinya lebih dulu dan selanjutnya dia menyayat nadinya.

“Tersangka kemudian teringat dua anaknya, sehingga begitu tangan kirinya mengucurkan darah, dia buru-buru mengambil kain untuk menyumbat pendarahannya,” kata Anton.

Namun demikian, Mendra tetap akan dikenakan pasal 44 ayat 3 Undang-undang nomor 23 / 2004 tentang penghapusan KDRT, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Jika memang sebelumnya ada perencanaan kami akan menambahkan pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” tandas perwira ini.

Sementara jenazah Rini sendiri pagi kemarin baru diotopsi oleh tim medis IKF RSSA Malang. Lambatnya proses otopsi itu lantaran tim medis masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban. "Betul baru tadi diotopsi dan siang tadi (kemarin siang, Red) langsung dibawa pulang keluarganya ke Jogja," ungkap salah satu petugas kamar jenazah RSSA Malang.

Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya Pembunuhan tragis, pagi kemarin menggemparkan warga sekitar Jalan Sumbersari Gang IV, Lowokwaru.

Mendra, 30 tahun, pria asal Padang ini tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, yaitu Rini Astuti, 28 tahun. Ibu dua anak kembar ini, dihabisi dengan dijerat lehernya menggunakan tali tampar warna biru.
Usai membunuh istrinya, Mendra lalu berusaha bunuh diri dengan menenggak obat seranggga jenis Baygon serta menyayat urat nadi tangan kirinya.

Namun, nyawa Mendra berhasil diselamatkan oleh warga, yang kemudian dilarikan ke RSSA Malang. Sedangkan jenazah Rini sendiri, usai dievakuasi langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk dimintakan visum.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs