Gelar Tari untuk Populerkan Candi Badut

Sabtu, 30 Juli 2011 - 10:39 WIB • Dibaca 324 kali

Foto: malang post

SUKUN, MALANGRAYA.info – Kisah seniman senior Malang Chatam, tarian dan Candi Badut dipopulerkan kepada publik. Selain untuk pelestarian, cara ini untuk mengenalkan tentang sosok Chatam, karya seninya dan Candi Badut.

Baca Juga

Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Dra Lilis Furqoniyah Hayati MM mengatakan, salah satu yang dilakukan yakni mendokumentasikan Chatam sebagai seniman tari di Candi Bandut.

Dua tarian juga dipentaskan di area Candi Badut, yakni Tari Topeng Bapang dan Tari Beskalan. Proses pendokumentasian itu dilakukan di area Candi Badut, Jumat (29/7) kemarin.

“Kami memilih lokasi di Candi Badut karena juga ingin angkat Candi Badut agar semakin dikenal dan dekat dengan publik. Candi Badut memang dikelola Pemprov Jatim, tapi letaknya di Kota Malang jadi harus dikenalkan secara luas," kata Lilis.

Untuk diketahui, Candi Badut kurang populer dibandingkan candi lain. Padahal untuk masuk ke dalam area candi, tak dipungut biaya sama sekali. Kendati gratis, jumlah pengunjung tak sampai 1000 orang dalam sebulan.

Juru pelihara Candi Badut, Jayadi mengatakan kalau dirata-rata, dalam sebulan terdapat 700 pengunjung. Umumnya pengunjung anak sekolah yang belajar sejarah, warga yang foto-foto dokumentasi dan pre wedding.
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Christea Frisdiantara mendukung program pelestarian dan pendokumentasian seniman, Chatam, tarian dan Candi Badut. Khusus Candi Badut, Christea berharap agar sekolah dan semua elemen yang terkait memaksimalkan Candi Badut sebagai tempat pembelajaran sejarah yang maksimal.

"Jangan sekadar dijadikan sebagai tempat wisata, tetapi kedepankan unsur pendidikan sejarah dan nilai-nilai tradisi yang terkandung didalamnya," harap Chriseta.

Politisi Partai Demokrat ini mengingatkan agar ajakan berkunjung dan belajar ke Candi Badut terus digalakan. Sebab selama ini tingkat kunjungan ke Candi Badut terbilang masih kurang.

“Kota Malang harus terus mengenalkan Candi Badut ke generasi muda. Hal serupa juga harus dilakukan untuk tempat-tempat bersejarah lain agar semakin di kenal. Misalnya sebuah situs di Pasar Dinoyo dari Kerajaan Kanjuruhan," kata dia.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
candi badut candi singosari di malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs