Dualisme Pengurus Arema

Gaji Pemain Arema Masih "Ngambang"

Sabtu, 30 Juli 2011 - 08:11 WIB • Dibaca 154 kali

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Terlepas urusan legalitas Yayasan Arema yang masih terus mengemuka, problem yang tak kalah peliknya adalah urusan gaji pemain. Dalam hal ini, pemain menjadi korban perseteruan dua belah pihak yang sama-sama ingin mengelola Arema.

Jika mengacu pada pembayaran gaji oleh pihak Muhammad Nur yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Yayasan Arema, maka manajemen Arema menyisakan utang gaji pada Noh Alamshah dkk untuk 2,5 bulan.

Baca Juga

Sedangkan dari pihak Rendra Kresna sebagai Pembina Yayasan Arema yang tak mengakui adanya pembayaran oleh M. Nur itu, manajemen tim berjuluk Singo Edan ini semestinya harus membayar total 5,5 bulan gaji pemain. Masalahnya hingga akhir kontrak pemain, yaitu per 31 Juli atau hari Minggu besok, dari kedua belah pihak tak memberi kabar kepastian untuk pelunasan gaji. Sekalipun pihak M. Nur sempat berkomitmen untuk menyelesaikan urusan gaji ini.

Bahkan menurut keterangan Erpin Yuliono SH. MH, selaku kuasa hukum Lucky Acub Zaenal pernah menyebutkan siap melunasi gaji pemain sebelum Kamis (28/7) kemarin. Namun kenyataannya, hingga Jumat (29/7) kemarin tak kunjung ada kejelasan.

“Kita tetap komitmen," jawab Erpin saat disinggung rencana pembayaran sisa gaji pemain oleh M. Nur seperti yang pernah disampaikannya. Sayang pengacara yang satu ini tak lagi mau menyebut kepastian waktu untuk pembayarannya.

“Disinilah hakekatnya siapa yang peduli akan pemain atau hanya mengejar legalitas, bila kubu lain gentle (jantan, Red) tidak usah lama-lama batae, tapi kita yang akan bayar. Kita tetap komitmen," yakin Erpin kepada Malang Post, kemarin sore.

M. Nur sendiri sebagai tokoh kunci yang kini bersama Lucky dalam kapasitasnya sebagai Pendiri Arema belum bisa dimintai keterangan. Mantan Sekda Kota Malang yang disebut-sebut berhasil mendatangkan investor OSO Grup ini tak mau dikonfirmasi.

Praktis, kondisi tanpa ada solusi gaji ini membuat pemain semakin resah. Lantaran dari pihak Rendra sendiri memberi syarat agar pemain mau mengembalikan tiga bulan gaji dari M. Nur itu untuk bisa dilakukan pelunasan 5,5 bulan gaji.

“Sampai sekarang belum ada kabar soal gaji ini, saya sendiri belum tahu kapan itu terselesaikan," ungkap striker Arema, Yongki Ariwibowo mengaku masih menunggu kejelasan dari manajemen untuk pelunasan sisa gajinya.

Sedangkan jika harus mengembalikan tiga bulan gaji lebih dulu, pemain tampaknya keberatan, lantaran uangnya sudah terpakai. “Ya, kalau harus seperti itu, susah sekali," sebut Yongki yang ikut menerima tiga kali gaji dari M. Nur.

Mengacu dari keterangan manajemen Arema dibawah kendali Rendra Kresna, uang untuk pelunasan 5,5 bulan gaji tersebut sudah ada. Hanya saja, Presiden Klub Arema yang juga Bupati Malang itu masih menunggu sikap atau komitmen pemain.

“Kita sudah pernah menyiapkan dua bulan gaji untuk pemain, tapi pemain menolak karena diminta mengembalikan uang dari pihak lain itu, padahal setelah itu kita mau melunasi sisa gaji pemain," sebut Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji.

“Jadi kita harus menjaga wibawa manajemen, karena Pak Rendra juga tidak mau malu untuk ketiga kalinya. Uang sudah siap untuk dibayarkan, cuman kita menanti komitmen pemain untuk mengembalikan uang dari pihak lain itu," sambungnya.

Manajemen pun menawarkan tiga opsi agar urusan gaji ini segera tuntas. Pertama, pemain membuat komitmen atau perjanjian untuk mengembalikan uang itu. Kedua menyerahkan surat pernyataan ketidak sanggupan pihak M. Nur untuk bayar sisa gaji.

“Ketiga, pihak lain itu menjelaskan duduk persoalan uang itu, kapasitas uang itu sebenarnya untuk apa dan dari siapa, apakah hibah, pinjaman atau utang, karena kita tidak mau bermasalah di kemudian hari," yakin Sudarmaji.

Khusus untuk opsi pertama, muncul tawaran agar Rendra mau membayar seluruh gaji pemain, dengan catatan pemain membuat surat pernyataan lebih dulu. Pernyataan hitam diatas putih itu untuk memastikan pemain siap mengembalikan uang M. Nur.

“Yang suruh kita latihan adalah Pak Rendra, ya mestinya Pak Rendra yang tanggung jawab soal gaji kita. Tapi sampai sekarang, sudah jelang akhir kontrak, ternyata belum ada kabar," ungkap salah satu pemain Arema tak mau namanya disebutkan.

“Padahal siapa saja yang bisa selamatkan gaji pemain Arema, akan mendapat poin bagus. Jadi sekarang kita tidak peduli uang itu dari mana, akan kita terima saja, karena kita ini bingung dan resah jelang kontrak di Arema akan berakhir," sambung pemain ini.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs