Rumah "Mesum" Di Singosari Diobrak

Jumat, 29 Juli 2011 - 10:11 WIB • Dibaca 3,317 kali

SINGOSARI, MALANGRAYA.info – Kerap dijadikan tempat berbuat mesum, rumah milik Dasiyah, 65 tahun di Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Singosari siang kemarin diobrak anggota Polsek Singosari. Hasilnya, sepasang muda-mudi diamankan. Yakni Slamet Edi Saputro, 29 tahun, warga Desa Watugede, Singosari dan Fariah Nur Azizah, 20 tahun, tinggal di Purwosari, Pasuruan.

Saat digerebek, pasangan yang bukan suami istri ini berada dalam salah kamar dan dalam kondisi nyaris telanjang. Yang mengagetkan Azizah, panggilan si cewek, beberapa kali berurusan dengan polisi.

Baca Juga

“Azizah bukan kali pertama ini berurusan dengan kami, tapi sudah beberapa kali. Terakhir dia kena sanksi tipiring, membayar denda di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen,” terang Kapolsek Singosari, Kompol Haryono.

Penggerebekan itu dilakukan setelah polisi mendapat keluhan dari masyarakat sekitar TKP. Kedatangan petugas tersebut, sempat membuat Dasiyah kaget dan berusaha kabur. Namun, petugas berhasil mengamankannya. Di dalam rumah, petugas pun menggeledah satu persatu kamar. Dari sejumlah kamar yang ada dalam rumah, hanya satu saja yang tertutup rapat.

Petugas yakin jika dalam kamar yang tertutup tersebut, berisi pasangan yang berbuat mesum. Mulanya petugas hanya mengetuk pintunya agar Slamet dan Azizah yang menghuni kamar keluar. Entah karena ketakutan, mereka enggan membuka pintu. Petugas pun mendobrak pintu kamar. Saat pintu terbuka, Azizah yang hanya menggunakan BH dan celana selutut sangat bingung menutupi tubuhnya. Sedangkan Slamet yang berpakaian masih lengkap tak kalah bingung. Dia menutup wajahnya.

Kepada petugas, dia mengaku jika beberapa kali datang ke rumah Dasiyah dan menyewa kamar untuk berbuat mesum.

“Tadi saya minta uang bapak Rp 20.000, dan saya gunakan untuk ini," katanya.

Ketiganya pun digelendeng ke Mapolsek Singosari. Dalam pemeriksaan, Dasiyah mengaku tidak tahu menahu jika ada sepasang muda mudi datang.

“Biasanya memang ada yang datang, dan menyewa kamar untuk waktu 1 hingga 3 jam, dengan tarif rata-rata Rp 7.000 per kamar,” kata Dasiyah.

Dia mengaku, dari hasil menyewakan kamar ini, bisa mendapatkan uang hingga Rp 30.000 per hari.

Sementara itu malam sebelumnya petugas Polsek Singosari juga melakukan razia di sejumlah sudut jalan di wilayah hukum Polsek Singosari. Hasilnya dua Pekerja Seks Komersil (PSK), satu hidung belang dan puluhan anjal, serta anak punk diamankan.

Haryono mengatakan jika razia yang dilakukan ini tak lain untuk melakukan penertiban sekaligus memberantas penyakit masyarakat. Haryono mengatakan dalam razia Rabu malam lalu pihaknya membagi menjadi beberapa tim, dengan wilayah operasi Jalan Raya Randuagung, Jalan Raya Singosari, dan areal Pasar Singosari. Dari seluruh yang sudah diamankankan, hanya tiga saja yang dikenakan sanksi tipiring. Yaitu dua PSK dan satu pria hidung belang. Sedangkan untuk anjal dan anak punk hanya diberi pembinaan, sekaligus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
acira malang cewek singosari pin cewek malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs