Penutupan Paksa Cafe Belok Kiri

Polisi Tak Mau Kecolongan

Jumat, 29 Juli 2011 - 07:55 WIB • Dibaca 367 kali

Foto: malang post

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Meski sempat menolak, namun pemilik kafé Belok Kiri di Jalan Tlogomas, Pandan Panggung Kapon Hutasoit akhirnya menyetujui kafé yang dikelolanya sekitar tiga tahun ini ditutup selamanya oleh warga setempat. Persetujuan Pandan ini terungkap saat semua pihak duduk bersama, yang disaksikan oleh perangkat kelurahan, serta anggota Polsekta Lowokwaru.

Baca Juga

“Sudah. Pemiliknya sudah setuju untuk tidak membuka lagi kafenya,” tegas Kapolsekta Lowokwaru Kompol David Subagyo kepada Malang Post kemarin.

David yang hadir sendiri saat penyelesaian masalah ini, menambahkan Pandan mengakui jika dirinya memang menjual minuman keras berbahan arak diracik dengan berbagai macam rasa sirup.

“Awalnya Pandan memang sempat tidak mau menutup tempat usahanya. Tapi setelah kami memberikan pengertian, dia akhirnya setuju,” serunya.

Lantaran pemilik kafe sudah setuju menutup, David pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak agresif, atau bertindak main hakim sendiri. Terlebih, saat ini kondisi di seputar kafe sudah sangat kondusif.

“Ini agar menjadi perhatian oleh warga agar tidak main hakim sendiri. Semuanya sudah diselesaikan secara bersama-sama, dan jika memang warga masih mengeluh atau apa, mari kita bicarakan kembali, agar tidak menjadi masalah kedepannya,” kata mantan Kasatreskrim Polres Blitar ini.

Lebih lanjut, David menyatakan walau kondisi wilayah Tlogomas cenderung kondusif, namun pihaknya tetap tidak mau kecolongan. Untuk itu, ia tetap menugaskan sejumlah anggotanya untuk melakukan patroli di wilayah tersebut, sekaligus menugaskan anggota Intelkam.

“Setidaknya jika terus dilakukan patroli, maka bisa diantisipasi jika terjadi perbuatan yang tidak diinginkan,” katanya.

Terkait dengan sepak terjang kafé Belok Kiri sendiri sejak awal berdiri kafé ini kerap menjadi sorotan warga, sekaligus anggota kepolisian. Itu lantaran kafé tersebut menjual minuman keras.

Kali terakhir kafé Belok Kiri digerebek anggota Polsekta Lowokwaru, Rabu (6/7) lalu. Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan puluhan liter arak dan lima botol sirup berbagai rasa.

Sebelumnya, kafé Belok Kiri juga pernah digerebek anggota Sabhara Polres Malang Kota. Dalam penggerebekan ini petugas unit Sabhara berhasil mengamankan barang bukti puluhan liter arak dan berbagai macam sirup. Setiap penggerebekan, petugas selalu memberikan sanksi tipiring kepada pemilik kafé, namun pemilik kafé tidak kapok, dan tetap menjual miras.

“Bahan yang digunakan adalah arak dibeli tersangka dari Tuban. Harga untuk miras oplosan ini beragam, yaitu berkisar Rp 11.000- Rp 14.000, sesuai ukuran serta rasanya. Dan untuk satu tempat minum Padan menjual dengan harga Rp 58 ribu,” kata Kapolsek Lowokwaru, sambil mengatakan rasa arak tergantung yang diminta konsumen.

Diberitakan sebelumnya, Cafe Belok Kiri di Jalan Tlogomas ditutup paksa oleh ratusan pria berkopiah dari Forum Peduli Pemuda Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sekitar 150 orang datang ke kafe tersebut dan meminta pihak pemilik menutup usahanya. Penutupan dilakukan lantaran kafe itu menjual minuman keras racikan.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs